Serui, JayaTvPapua.com – Setelah melakukan upaya pencarian maksimal selama sembilan hari, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak bersama Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan speedboat yang terbalik di perairan Tanjung Andei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Keputusan penghentian operasi SAR ini diambil pada Jumat (2/1/2026), meski hingga hari terakhir pencarian, sebanyak 16 penumpang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Pencarian Maksimal, Hasil Belum Berubah
Berdasarkan data manifes terakhir, total penumpang dalam insiden kecelakaan laut tersebut berjumlah 21 orang. Dari jumlah itu, Tim SAR mencatat:
– 2 orang ditemukan meninggal dunia dan telah dievakuasi
– 16 orang masih hilang
Sisanya telah berhasil diselamatkan pada hari-hari awal pencarian, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Biak, Kundori, menjelaskan bahwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi SAR seharusnya berakhir pada (31/12/2025). Namun, atas permintaan keluarga korban, pencarian diperpanjang selama dua hari.
“Setelah masa perpanjangan tersebut, tim masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban tambahan. Dengan mempertimbangkan seluruh aspek dan hasil evaluasi bersama keluarga, maka disepakati operasi SAR resmi ditutup,” ujar Kundori.
Tangis Keluarga Iringi Ritual Tabur Bunga
Penutupan operasi SAR ditandai dengan ritual tabur bunga di perairan Tanjung Andei. Suasana haru menyelimuti prosesi yang dilakukan dari atas KN SAR Wibisana 243, dihadiri keluarga korban, masyarakat setempat, serta personel Tim SAR Gabungan.
Isak tangis keluarga pecah saat bunga dilarung ke laut, menjadi simbol penghormatan terakhir dan bentuk keikhlasan atas musibah yang merenggut orang-orang terkasih mereka, yang hingga kini belum ditemukan jasadnya.
SAR Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Informasi Baru,Meski operasi SAR secara resmi telah ditutup, Kundori menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat administratif dan fleksibel. Tim SAR tetap membuka kemungkinan untuk melanjutkan pencarian apabila ditemukan petunjuk baru.
“Jika di kemudian hari ada laporan dari nelayan atau masyarakat mengenai keberadaan korban, maka operasi SAR akan segera dibuka kembali,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, pihak otoritas kembali mengimbau seluruh pengguna transportasi laut agar selalu waspada, terutama terhadap cuaca ekstrem, serta memastikan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal sebelum berlayar guna mencegah tragedi serupa terulang.













