Jayapura, JayaTvPapua.com – SMA Negeri 4 Jayapura merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan tema “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar” pada Kamis (29/1/2026). Perayaan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen sekolah dalam mencetak generasi unggul di Papua.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang mewakili Wali Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena, Staf Ahli Gubernur Papua Matias B. Mano, serta Ketua Komisi IV DPRK Jayapura Joni Y. Betaubun.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, M.Pd, mengatakan usia 29 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun dapat dilalui berkat kolaborasi berbagai pihak.
“Perjalanan ini bukan waktu yang singkat. Banyak tantangan kami hadapi, tetapi dengan kerja sama orang tua, guru, komite sekolah, peserta didik, serta dukungan pemerintah kota dan provinsi, semua kekurangan terus kami benahi,” ujarnya.
Saat ini, SMA Negeri 4 Jayapura memiliki sekitar 80 guru dan 12 tenaga kependidikan, dengan sebagian besar berpendidikan strata dua (S2). Sekolah ini terus menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka melalui metode pembelajaran mendalam agar siswa mampu merefleksikan nilai belajar dalam kehidupan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Salah satu inovasi SMA Negeri 4 Jayapura adalah pemberian Golden Ticket bagi siswa SMP yang berprestasi dalam lomba-lomba akademik dan non-akademik, seperti menyanyi solo, cerpen, pidato bahasa Inggris, tari kreasi, hingga futsal.
“Siswa yang mendapatkan golden ticket otomatis diterima di SMA Negeri 4 tanpa tes. Kami memang harus menjaring bibit unggul sejak awal,” jelas Widya.
Kebijakan ini menjadikan SMA Negeri 4 sebagai sekolah unggulan yang selektif namun tetap mendorong prestasi sejak dini.
Sekolah ini juga memiliki sekitar 40 kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Sabtu untuk mengembangkan bakat, minat, karakter, dan disiplin siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang seni, olahraga, dan memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.
Salah satu prestasi yang membanggakan adalah siswa SMA Negeri 4 yang berhasil masuk Timnas Futsal U-16 Indonesia.
Widya menegaskan bahwa sekolah berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah kota, termasuk tidak memungut biaya komite bagi penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
“Dana komite yang sudah dibayarkan oleh 181 siswa kami kembalikan sebesar Rp1,8 juta per siswa karena itu hak anak-anak kurang mampu, yatim piatu, dan siswa miskin,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bentuk transparansi dan komitmen sekolah terhadap pendidikan inklusif dan berkeadilan.
Karakter Lebih Penting dari Sekadar Prestasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menekankan bahwa prestasi tanpa karakter tidak memiliki arti.
“Prestasi tanpa karakter akan sia-sia. SMA Negeri 4 sudah menjadi brand pendidikan di Jayapura, tetapi mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada mengejarnya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi program pencegahan narkoba yang dijalankan sekolah bersama BNN, serta menegaskan pentingnya pendidikan karakter untuk menekan kriminalitas dan membentuk masa depan generasi muda.
Pemerintah Kota Jayapura juga tengah menyiapkan pembangunan SMA Negeri 8 di Jayapura Selatan untuk mengurangi kepadatan peminat SMA Negeri 4. Lahan seluas dua hektare telah dibayar tahap pertama dan sedang dalam proses sertifikasi untuk mendukung pembangunan ruang kelas baru.
Perayaan HUT ke-29 ini menjadi momentum refleksi bagi SMA Negeri 4 Jayapura untuk terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami ingin melahirkan generasi yang inovatif, berprestasi, dan berkarakter kuat, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tutup Widya.












