Jayapura,JayaTvPapua.com. – Frengky Monim seorang pria yang mengaku sebagai Tuhan di wilayah Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura dimintai keterangan oleh polisi di Polres Jayapura pada Kamis (15/5/25) sekitar pukul 3.00 sore.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Jayapura Septen P Sianturi mengatakan, Frengky Monim datang ke Polres Jayapura untuk membuat laporan pencemaran nama baik namun kecurigaan anggota bahwa dirinya yang di viral sosial media.
Polisi dibagian Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jayapura pun melakukan pemeriksaan terhadap Frengky bersama Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura.
“Sampai sekarang masih di dalami penyidik dari Pidum (Pidana Umum) yang viral di media sosial. Mudah-mudahan dia bisa kooperatif terbuka,” kata Sianturi.
Sianturi mengatakan, pihaknya belum menetapkan status Frengky Monim lantaran masih mendalami kasus yang viral di media sosial beberapa waktu lalu tersebut.
“Kami belum menetapkan status, karena masih di periksa mencari keterangan. Pendalaman lagi, jadi nanti reskrim akan menanyakan tempat mereka beribadah,” katanya.
Sianturi menjelaskan pemeriksaan bersama Kementrian Agama Kabupaten Jayapura untuk mempertanyakan keabsahan organisasi keagamaan Frengky Monim.
“Jadi ditanyakan dari Kemenag apakah sudah ada organisasi mereka di sana. Tetapi tidak ada,” katanya.
Mengenai lokasi ibadah yang dilakukan di sebuah pondok, kata Sianturi, penyidik akan melakukan pemeriksaan. Meski demikian diakui bahwa anggota jemaat itu berasal dari kalangan keluarga terdekat.
“Anggotanya hanya dalam lingkungan keluarga,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan seorang pria mengaku sebagai Tuhan viral di media sosial (medsos). Peristiwa tersebut terjadi di Genyem, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura.
Dilihat dari video, pria tersebut tampak hanya mengenakan celana pendek tanpa mengenakan kemeja dengan rambut gondrong dan kumis panjang.
Lewat sebuah postingan yang beredar dari satu akun Facebook, pria tanpa mengenakan baju ini duduk disalah satu ruangan rumah. Video tersebut viral pada Kamis (8/5/25).
Dalam tulisan di medsos, ‘ngaku-ngaku sebagai Tuhan (ayahfrengkimonim) pengikutnya Yunus Sem bikin heboh Genyem , donk punya ibadah sendiri wajib telanjang bulat. Ibadah dilakukan di alang-alang’.
Kalau ibadah di dalam rumah pintu depan harus di tutup, pintu belakang saja yang dibuka. Ibadah jam 5 subuh harus gelap-gelap, tidak boleh ada lampu. Jika ada perumpuan yang hamil dibuat pria tersebut anaknya dibilang anak roh kudus’.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay ketika dikonfirmasi, di Sentani, Jumat (9/5/2025), aliran sesat di Genyem, Distrik Nimboran telah berlangsung sekitar tiga bulan lalu dipimpin oleh Frengky Monim.
Mereka bahkan membangun sebuah pondok di belakang SMA Negeri 1 Nimboran. Pada tanggal 6 April 2025 pemuda dari Kampung Kobaim mendengar informasi itu kemudian datang ke lokasi, lalu melakukan pengusiran terhadap kelompok tersebut.
“Ternyata benar ada kegiatan itu akhrinya di usir dan dibubarkan oleh anak-anak muda kampung,” ujar Umar.
Umar mengatakan, saat ini pemimpinya Frengky Monim bersama sebagian anggotanya melarikan diri ke Sorong.
“Sampai dengan sekarang sudah tidak ada kegiatan lagi. Kalau yang di data sekitar 20 orang. Tetapi semua larinya ke Sorong,” katanya.












