Cipayung Plus Jayapura Desak Polda Papua Hentikan Represi dan Kekerasan di Tanah Papua

Foto bersama usai menyerahkan tuntutan aksi damai Aliansi Cipayung bersama Personil Polda Papua (1/9/2025)

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Aliansi Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua menggelar aksi damai dengan menyampaikan 11 tuntutan strategis kepada Polda Papua, DPR Papua, dan pemerintah daerah. Aksi ini menyoroti keresahan nasional maupun lokal, khususnya terkait tindakan represif aparat di Tanah Papua. Aksi tersebut di lakukan pada Senin (1/9/2025), bertempat fi halaman kantor Polda Papua,Jayapura,Papua.

Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan bahwa kontribusi mahasiswa dan pemuda tidak hanya sebatas kritik, tetapi juga wujud kepedulian untuk membangun bangsa, termasuk menjaga Papua tetap sebagai Tanah Damai.

11 Poin Tuntutan Cipayung Plus Jayapura:

1. Turut berdukacita atas jatuhnya korban jiwa dalam berbagai peristiwa kebangsaan, termasuk di Tanah Papua.

2. Mengutuk keras tindakan represif, kriminalisasi, dan penghilangan nyawa oleh aparat dalam menghadapi aspirasi rakyat.

3. Mendesak DPR Papua mendorong investigasi transparan, profesional, dan akuntabel terhadap kasus-kasus kekerasan, khususnya pembunuhan oleh aparat.

4. Evaluasi aparat keamanan, agar penanganan aksi demonstrasi lebih mengedepankan dialog dan penghormatan HAM.

5. Mencegah tindakan represif militer di Papua melalui pendekatan budaya dan dialogis.

6. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR, serta mendesak agar anggaran difokuskan pada pendidikan, kesehatan, dan pembangunan wilayah 3T Papua.

7. Mendorong pengesahan UU Perampasan Aset dan Perlindungan Masyarakat Adat.

8. Menuntut penghentian eksploitasi SDA yang merugikan masyarakat adat Papua.

9. Mengutuk operasi militer dan bentrokan di Papua, mendesak Kapolri dan Panglima TNI segera menghentikannya.

10. Mendesak pembebasan seluruh massa aksi yang ditangkap secara nasional maupun lokal.

11. Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua menjaga Papua sebagai Tanah Damai, serta mencegah konflik horizontal.

Salah satu aspirasi oleh salah satu kordinator aksi menuturkan secara khusus menegaskan pesan langsung kepada Kapolda Papua “Kami meminta Kapolda Papua tidak menutup mata atas berbagai kasus kekerasan yang melibatkan aparat. Polda Papua harus hadir sebagai pengayom, bukan menambah luka masyarakat. Evaluasi besar-besaran harus dilakukan agar aparat benar-benar mengedepankan pendekatan dialog dan menghormati hak konstitusional rakyat,” tegasnya.

Aksi damai ini ditutup dengan doa bersama dan seruan agar aparat kepolisian serta pemerintah daerah benar-benar mendengar suara mahasiswa dan masyarakat.

Dalam aksi ini Cipayung Plus akan selalu meneguhkan komitmen untuk berdiri bersama rakyat. Perjuangan dan pengorbanan selama ini harus memekarkan bunga kemanusiaan dan kebenaran

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *