Jayapura,JayaTvPapua.com. – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Jayapura mendorong kolaborasi lintas profesi dalam upaya pencegahan stunting dan tuberkulosis (TBC) di kalangan balita.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis Interprofessional Education (IPE), Poltekkes berupaya memperkuat peran kader kesehatan di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 4–5 November 2025, di Gedung Serbaguna Kampung Sabronsari. Fokus utama kegiatan adalah edukasi kesehatan dan peningkatan kapasitas kader dalam mendeteksi serta mencegah stunting dan TBC pada balita usia 6 hingga 23 bulan yang memiliki riwayat malaria.
Wakil Direktur I Poltekkes Jayapura, Blestina Maryorita, SKep., Ns., MSN, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui pendekatan Interprofessional Education (IPE), kami menggabungkan berbagai profesi kesehatan untuk bekerja secara kolaboratif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Poltekkes tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam pelayanan masyarakat,” jelas Blestina.
Ia menambahkan, kerja sama lintas profesi diharapkan memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Sebagai bentuk komitmen, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Poltekkes Jayapura dan Pemerintah Distrik Sentani Barat.
Sementara itu, Kepala Distrik Sentani Barat, Paula Yaboisembut, menyambut baik langkah Poltekkes Jayapura yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam percepatan penurunan angka stunting.
“Kami terus berkoordinasi dengan puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Poltekkes Jayapura agar langkah pencegahan bisa berjalan efektif. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya sebatas seremonial, tapi menjadi program berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Paula.
Selain edukasi dan penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pendampingan kader kesehatan serta praktik lapangan. Melalui pendekatan ini, masyarakat dilatih untuk mengenali tanda-tanda awal stunting dan TBC, sekaligus mengoptimalkan peran keluarga dalam pencegahan.
Dengan kolaborasi lintas profesi dan dukungan pemerintah daerah, Poltekkes Jayapura berharap kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Papua.












