BEI Papua dan Media Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal di Tanah Papua

Jayapura — Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua menggelar Media Gathering Triwulan IV Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada jurnalis yang selama ini berperan dalam menyebarkan informasi pasar modal secara luas dan berimbang. Kegiatan yang berlangsung pada Desember 2025 ini mengangkat tema “Sinergi Media dan BEI: Meningkatkan Literasi Pasar Modal di Papua” sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara BEI dan insan pers di wilayah Papua.

Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, mengatakan bahwa media memegang peranan vital dalam menjaga kualitas pemahaman masyarakat terhadap pasar modal. “Media adalah ujung tombak penyampaian informasi. Di tengah perkembangan pasar modal yang begitu dinamis, kolaborasi yang baik sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kresna menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat meski menghadapi ketidakpastian global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen, inflasi yang stabil di angka 2,86 persen, serta cadangan devisa sebesar USD 149,9 miliar menjadi fondasi penting bagi stabilitas pasar. “IHSG bahkan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.274,35 pada Oktober 2025. Ini menunjukkan kepercayaan investor masih sangat tinggi,” lanjutnya.

BEI Papua juga memaparkan perkembangan pasar modal di tanah Papua yang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Oktober 2025, jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di wilayah Papua mencapai 125.524 investor. “Minat masyarakat Papua terhadap investasi semakin berkembang, dan yang lebih menarik adalah persebaran investor kini lebih merata hingga ke wilayah kabupaten,” kata Kresna. Menurutnya, generasi muda menjadi kelompok paling dominan, terutama usia 18–25 tahun yang kini semakin tertarik memulai investasi sejak dini.

Sepanjang 2025, BEI Papua melaksanakan 474 kegiatan literasi dan edukasi, mulai dari Sekolah Pasar Modal, edukasi di sekolah dan kampus, seminar, hingga kegiatan komunitas dan aktivasi aplikasi IDX Mobile. “Kegiatan kami telah menjangkau lebih dari 219 ribu peserta non-SPM dan hampir 18 ribu peserta SPM. Ini bagian dari komitmen kami agar pemahaman investasi masyarakat semakin baik dan terarah,” jelasnya.

Untuk memperkuat ekosistem literasi, BEI Papua juga mengembangkan jaringan edukasi melalui galeri investasi, duta pasar modal, program Guruku Investor Saham, serta kompetisi virtual trading yang melibatkan sekolah dan kampus mitra. Kresna menuturkan bahwa berbagai inisiatif tersebut telah melahirkan komunitas-komunitas edukasi baru yang mandiri dan aktif dalam menyebarkan pemahaman pasar modal ke masyarakat.

Peningkatan aktivitas pasar modal Papua juga didukung oleh hadirnya kantor perwakilan anggota bursa seperti Phintraco Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, dan Mandiri Sekuritas. Dua anggota bursa lainnya, BRIDS Danareksa Sekuritas dan BNI Sekuritas, dijadwalkan membuka perwakilan baru pada 2026. “Dengan semakin banyaknya anggota bursa di Papua, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan akses edukasi dan layanan investasi yang berkualitas,” ujar Kresna.

Sebagai bentuk penguatan komunikasi, BEI Papua turut memperkenalkan pembentukan Grup Wartawan Pasar Modal se-Papua sebagai kanal resmi dalam penyebaran informasi terkait pasar modal. “Kami berharap grup ini dapat mempercepat koordinasi dan memastikan informasi yang beredar benar-benar akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kresna menutup kegiatan dengan harapan agar sinergi antara BEI dan media terus diperkuat dalam mendorong literasi dan inklusi pasar modal yang lebih merata di tanah Papua. “Dengan dukungan rekan-rekan media, kami optimistis Papua dapat menjadi salah satu wilayah dengan tingkat literasi pasar modal yang makin maju dan inklusif,” pungkasnya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *