Jayapura, JayaTvPapua.com. – Pemerintah Kota Jayapura resmi meluncurkan Aplikasi Peta Digital Investasi “Lincah”, sebuah platform yang digagas DPMPTSP Kota Jayapura untuk mempermudah investor dalam membaca potensi usaha serta mengakses informasi perizinan secara cepat dan akurat. Launching dan sosialisasi aplikasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mewakili Wali Kota Jayapura, Kamis (11/12/2025), di salah satu hotel di Kota Jayapura.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan OPD, pelaku usaha, perwakilan DPRD Kota Jayapura, tokoh agama, serta jajaran teknis yang terlibat dalam penyusunan data investasi lintas sektor.
Kepala DPMPTSP Kota Jayapura, Filep C. Hamadi, menjelaskan bahwa aplikasi Lincah dikembangkan untuk menjawab kebutuhan investor akan data yang terstruktur, mudah diakses, dan mencakup seluruh potensi investasi di Kota Jayapura.
“Aplikasi ini menyediakan data lengkap mulai dari gambaran umum kota, potensi wilayah, hingga infrastruktur penunjang seperti jalan, listrik, dan air. Investor dari mana saja dapat mengaksesnya, baik melalui website maupun Play Store,” jelasnya.
Aplikasi ini memuat sejumlah sektor unggulan, seperti Pariwisata,Pendidikan,Kesehatan,Perikanan,Perdagangan,Pertanian dan Infrastruktur.
Salah satu fitur unggulan adalah WA Booth, yang memungkinkan pelaku usaha berkonsultasi langsung dengan admin DPMPTSP untuk mendapatkan informasi spesifik mengenai peluang investasi.
Filep menegaskan bahwa aplikasi Lincah melibatkan seluruh OPD terkait, seperti Dinas Perhubungan, Bappeda, Bapenda, Dinas Pertanian, Perikanan, Lingkungan Hidup, Pemadam Kebakaran, dan lainnya, sebagai penyedia data teknis.
Beberapa potensi investasi yang telah dipetakan antara lain Pengembangan kawasan wisata Pantai Palung di Kali Buaya,Pemanfaatan eks Pasar Ampera sebagai lokasi parkir terpadu untuk mengurai kepadatan kendaraan di pusat kota,Rencana pengembangan ruang olahraga dan fasilitas umum
“Tim teknis akan mulai bekerja tahun depan agar seluruh data dukung dapat terintegrasi di aplikasi,” ujar Filep.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menegaskan bahwa aplikasi ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai alat pemasaran potensi kota dan bukan hanya menjadi aplikasi tanpa isi.
“Yang penting dari aplikasi ini adalah datanya harus terisi dan bisa diakses. Semua OPD wajib memasukkan data masing-masing, mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan, hotel, apotek, hingga jumlah tenaga kerja,” tegas Rustan.
Ia menyoroti pentingnya penyediaan data yang lengkap untuk menarik minat investor.
“Investor tidak boleh datang dalam keadaan buta. Mereka harus tahu potensi lahan, jumlah penduduk, kebutuhan pasar, lokasi strategis, hingga proyeksi keuntungan,” ujarnya.
Rustan juga meminta perbaikan proses perizinan agar lebih cepat dan tidak berlarut-larut seperti sebelumnya.
“Kalau izin masih tertahan berbulan-bulan, investor akan lari. Aplikasi ini harus jadi solusi, bukan tambahan masalah,” katanya.
Rustan Saru menambahkan bahwa data dalam aplikasi Lincah nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi Smart City Kota Jayapura tahun 2026, yang memuat seluruh informasi publik, termasuk Jumlah hotel,Restoran,Pasar,Fasilitas kesehatan,Data penduduk,Potensi bisnis
Selain itu, ia mendorong adanya marketplace untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal secara digital.
“Semua ini adalah bagian dari strategi meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan menumbuhkan ekonomi kota,” tutupnya.












