Festival Media Se-Tanah Papua Resmi Dibuka di Nabire 149 Jurnalis Satukan Narasi Papua

Festival Media Se-Tanah Papua resmi dibuka di Nabire (13/1/2026)

Nabire, JayaTvPapua.com – Festival Media Se-Tanah Papua resmi dibuka di Nabire, Selasa (13/1/2026), menandai tonggak bersejarah bagi dunia jurnalistik di Tanah Papua. Festival perdana yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini mempertemukan 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, terdiri dari 117 jurnalis Orang Asli Papua (OAP) dan 32 jurnalis non-OAP.

Pembukaan festival dilakukan oleh Asisten Setda Provinsi Papua Tengah, Tumiran, mewakili Gubernur Papua Tengah, didampingi Ketua AWP, para pendiri AWP, Bupati Intan Jaya, serta sejumlah senior wartawan asli Papua.

Tumiran menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur, Wakil Gubernur, dan sejumlah pejabat Eselon III yang masih memiliki agenda di luar daerah.

“Bapak Gubernur menugaskan saya selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk membacakan sambutan tertulis beliau sekaligus membuka secara resmi Festival Media Se-Tanah Papua,” ujar Tumiran.

Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmen kuat dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak anti kritik. Kritik yang konstruktif dari media justru menjadi bagian penting dalam memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Tumiran mengakui jurnalis Papua bekerja di tengah tantangan yang kompleks, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tantangan keamanan, pesatnya perkembangan teknologi digital, hingga dinamika sosial budaya yang khas.

“Karena itu, penguatan kapasitas jurnalis Papua melalui pelatihan, diskusi, dan kolaborasi adalah kebutuhan mendesak,” katanya.

Ia juga menekankan peran strategis media dalam menghadirkan wajah Papua secara utuh dan berimbang.

“Media memiliki tanggung jawab besar untuk menampilkan Papua bukan hanya soal konflik dan masalah, tetapi juga tentang harapan, inovasi, kreativitas, dan potensi besar masyarakatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Wartawan Papua dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara jurnalis, pemerintah, dan masyarakat.

“Festival media ini menjadi forum strategis yang mempertemukan insan pers Papua, pemerintah, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi untuk pembangunan Papua yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua AWP meyakini sinergi yang kuat antara media dan pemerintah sangat penting untuk mencegah disinformasi, merawat persatuan, serta menghadirkan narasi pembangunan Papua yang objektif, manusiawi, dan berimbang.

Festival Media Se-Tanah Papua mengusung tiga fokus utama, yakni penguatan media lokal dan media komunitas, pertukaran gagasan antara media, pemerintah, dan masyarakat, serta penguatan komitmen terhadap jurnalisme yang profesional dan bertanggung jawab.

Melalui forum ini, Ketua AWP mengajak seluruh jurnalis Papua untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, mengedepankan kepentingan publik dan nilai kemanusiaan, mengangkat potensi budaya secara bermartabat, serta menjadi bagian dari solusi bagi masa depan Papua.

Ketua Panitia Festival Media Se-Tanah Papua, Abeth Abraham You, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Bupati Deiyai, Bupati Intan Jaya, PLN Nabire, Polda Papua Tengah, Polres Nabire, Polres Deiyai, Satpol PP, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival ini.

You mengisahkan penunjukan Nabire sebagai tuan rumah festival terjadi secara spontan saat Ketua AWP menghubunginya di hadapan Gubernur Papua Tengah.

“Ketua AWP bilang, ‘Kita tunjuk Pak Abeth sebagai ketua panitia.’ Dan Bapak Gubernur langsung menyatakan kesiapan, Papua Tengah siap,” kenangnya.

Menurut You, Festival Media Se-Tanah Papua merupakan ajang bergengsi dan bersejarah bagi dunia pers di Papua.

“Festival ini adalah warisan penting yang dirintis Papua Tengah untuk generasi Papua di masa depan,” tegasnya.

Festival yang berlangsung hingga Kamis (15/1/2026) ini memiliki empat tujuan utama, yakni membekali jurnalis dengan keterampilan liputan investigasi, keamanan digital, dan jurnalisme damai, serta meningkatkan kreativitas dalam pengelolaan media sosial, fotografi, videografi, dan website.

Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan jurnalistik investigasi, keamanan digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme, talk show peran media dalam pembangunan Papua, pameran karya jurnalistik, pemutaran film dan teknologi virtual reality 360 derajat, hingga Malam Penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026 pada hari penutupan.

Selain jurnalis, festival ini juga melibatkan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang dapat berpartisipasi langsung dalam berbagai workshop.

Tumiran berharap Festival Media Se-Tanah Papua tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi ruang lahirnya gagasan, jejaring, dan karya jurnalistik berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Mari jadikan festival ini sebagai momentum memperkuat solidaritas insan pers Papua, menjaga profesionalisme, dan menempatkan nilai kemanusiaan sebagai roh setiap karya jurnalistik,” pungkas Abeth Abraham You.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *