SOMAP Sampaikan Pernyataan Sikap Kapolsek Abepura Tegaskan Aksi Berjalan Kondusif

Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi, S.I.K., memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif (21/1/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) secara resmi menyampaikan Pernyataan Sikap terkait situasi keamanan, militerisme, serta investasi di Tanah Papua yang dinilai semakin memperparah penderitaan rakyat sipil. Pernyataan tersebut disampaikan melalui aksi damai yang digelar di Jalan Biak, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (21/1/2026).

Dalam aksinya, SOMAP menilai hingga saat ini Papua masih berada dalam lingkaran kekerasan militer dan eskalasi konflik bersenjata yang terus berulang.

Pendekatan militeristik negara dinilai tidak menyelesaikan persoalan mendasar, namun justru memicu ketakutan, pengungsian warga secara massal, serta dugaan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, khususnya di wilayah Yahukimo dan sejumlah daerah konflik lainnya di Tanah Papua.

Meski demikian, aparat kepolisian memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan kondusif. Kapolsek Abepura, Kompol Yulianus Samberi, S.I.K., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengamanan secara maksimal guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pengamanan hari ini melibatkan kurang lebih 130 personel gabungan dari Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, dan Polsek Abepura. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.48 WIT dan hingga saat ini situasi terpantau aman dan kondusif,” ujar Kompol Yulianus.

Ia menjelaskan, personel pengamanan ditempatkan secara floating di lima titik strategis, yakni Lingkaran Abepura, Uncen Bawah, kawasan Heram, Expo Waena, serta Perumnas III. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat, khususnya arus lalu lintas, tetap berjalan lancar selama aksi berlangsung.

Terkait pembatasan waktu aksi, Kompol Yulianus menegaskan bahwa hal tersebut bukan untuk membatasi penyampaian aspirasi, melainkan sebagai langkah antisipatif agar kegiatan tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum.

“Kami melihat jumlah massa tidak terlalu banyak, sehingga kami perkirakan kegiatan selesai sebelum pukul 12.00 WIT. Namun pada praktiknya, kami tetap memberikan ruang hingga pembacaan pernyataan sikap selesai. Tidak ada pembubaran paksa, semua berjalan secara humanis,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemberitahuan kegiatan sempat disampaikan ke Polsek Abepura, namun diarahkan ke Polresta Jayapura Kota sesuai prosedur terkait izin dan pemberitahuan kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum.

Aksi damai SOMAP tersebut akhirnya berakhir dengan tertib tanpa adanya insiden, serta mendapat pengawalan penuh dari aparat kepolisian.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *