Papua Ukir Prestasi Nasional di FEKDI 2026, TPID Dinobatkan Terbaik

JAKARTA – Provinsi Papua menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Upaya pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah yang dilakukan secara sinergis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan mengantarkan Papua meraih sejumlah penghargaan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026.

Dalam ajang yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026, TPID Provinsi Papua dinobatkan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Tahun 2026.

Tak hanya itu, TPID Kota Jayapura juga meraih predikat TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Tahun 2026.

Di sektor digitalisasi daerah, prestasi Papua juga terlihat dari capaian TP2DD Provinsi Papua sebagai TP2DD Tingkat Provinsi Terbaik Kedua. Sementara TP2DD Kota Jayapura meraih posisi Terbaik Kedua Wilayah Nusampua.

Prestasi tersebut menjadi gambaran penguatan sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Papua.

QRIS di Papua Terus Meluas

Perkembangan digitalisasi ekonomi di Papua dan daerah otonom baru (DOB) juga menunjukkan tren positif.

Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Papua dan DOB telah mencapai 240.441 pengguna. Jumlah pengguna baru tercatat sebanyak 19.022 pengguna, atau tumbuh 10,77 persen secara tahunan (yoy).

Dari sisi transaksi, nominal transaksi QRIS pada periode yang sama mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 12,34 persen (yoy).

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan digitalisasi ekonomi nasional. Secara nasional, transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD) pada Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi.

Adapun akseptasi QRIS secara nasional telah menjangkau 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant.

Pengendalian Inflasi Jadi Kunci

Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Secara nasional, inflasi IHK pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen (yoy) dan masih berada dalam sasaran inflasi 2,5±1 persen.

Di Papua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Papua dan DOB terus memperkuat pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) secara rutin di berbagai kabupaten/kota.

Ketersediaan pasokan diperkuat melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah sentra produksi, peningkatan kapasitas dan produktivitas petani serta nelayan binaan, hingga sinergi dengan BMKG untuk mengantisipasi risiko cuaca.

Sementara itu, kelancaran distribusi diperkuat melalui koordinasi dengan aparat keamanan dan pemangku kepentingan terkait serta fasilitasi distribusi pangan.

Edukasi kepada masyarakat, pelajar, dan mahasiswa mengenai belanja bijak juga terus dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga.

Talenta Papua Ikut Berprestasi

Tidak hanya pemerintah daerah, talenta Papua juga mencatatkan prestasi dalam ajang Katalis P2DD x DIGDAYA 2026.

Ratna Abdul Kadir dari Provinsi Papua menjadi pemenang kategori Best Knowledge Sharing Wilayah Nusampua.

Sementara Takdir Hamzah dari Kabupaten Merauke dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Wilayah Nusampua.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem digital dan pengendalian inflasi di Papua tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga melibatkan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor.

FEKDI x IFSE 2026 sendiri mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional.”

Kegiatan tersebut dibuka pada 24 September 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airl

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *