Jayapura,JayaTvPapua.com – Situasi keamanan di sekitar Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) hingga depan Makorem 172/PWY, Kota Jayapura, Papua, sempat memanas, Rabu (30/9/2026).
Ketegangan terjadi setelah massa aksi solidaritas mengibarkan bendera Bintang Kejora di lingkungan Kampus USTJ sekitar pukul 12.00 WIT.
Aksi tersebut diikuti sejumlah mahasiswa USTJ, Universitas Cenderawasih (Uncen), serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi lainnya di Kota Jayapura.
Dalam aksi, mahasiswa menggelar mimbar bebas dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait sejarah politik Papua, hak menentukan nasib sendiri, serta persoalan kemanusiaan yang menurut peserta aksi masih terjadi di Tanah Papua.
Massa juga menyinggung Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan berbagai pandangan politik terkait status Papua. Sekitar tiga jam kemudian, aparat keamanan mengambil langkah untuk menurunkan bendera Bintang Kejora yang dikibarkan di salah satu tiang di lingkungan kampus.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen, turun langsung ke lokasi dan memimpin proses penurunan bendera setelah upaya komunikasi dengan massa tidak mencapai kesepakatan.
Situasi kemudian memanas setelah aparat mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Ada dua orang yang kami amankan. Setelah diamankan, mereka (massa) marah hingga terjadi ketegangan,” kata Fredrick Maclarimboen di lokasi kejadian.
Ketegangan berlanjut hingga sekitar pukul 15.30 WIT. Massa melakukan pelemparan ke arah aparat, membakar ban, serta menutup akses jalan utama di depan Makorem 172/PWY.
Dalam kejadian tersebut, dua anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka.
“Sementara yang terdata ada dua orang,” ujar Kapolresta.
Aparat kemudian melakukan upaya pembubaran massa secara persuasif. Menurut Kapolresta, massa akhirnya meninggalkan lokasi tanpa terjadi kontak senjata.
“Sudah bubar tadi. Kami sampaikan baik-baik dan mereka perlahan meninggalkan lokasi,” katanya.
Fredrick Maclarimboen menjelaskan, langkah tegas menurunkan bendera dilakukan untuk menjaga situasi keamanan serta memastikan aktivitas di lingkungan kampus dapat kembali berjalan normal.
Hingga massa membubarkan diri, aparat tetap melakukan pengamanan di sekitar Kampus USTJ dan kawasan depan Makorem 172/PWY.













