Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah memproses penetapan status siaga darurat bencana menyusul banjir yang terjadi di sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi.
Meski status resmi masih dalam tahap finalisasi, pemerintah telah meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk tetap siaga dan melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan. Hasil sementara menunjukkan banjir dipicu oleh tingginya curah hujan serta sistem drainase yang belum optimal di sejumlah permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, menyatakan pemerintah telah melakukan koordinasi dan akan berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan penanganan.
Sejumlah wilayah terdampak antara lain Kampung Yonsu Desoyo, Kampung Bukisi Distrik Yokari, ruas jalan Nimbontong Distrik Kaure, serta kawasan sekitar Danau Sentani akibat meningkatnya debit air dan penyempitan saluran pembuangan di Kali Jaifuri.
Pemerintah daerah saat ini juga menyiapkan bantuan logistik, meski distribusi masih terkendala gelombang laut yang mencapai lebih dari dua meter. BPBD terus menghimpun data dari lapangan serta melakukan pembersihan saluran air guna mempercepat penanganan.













