Pemerintah Kabupaten Tolikara resmi mengakhiri masa tanggap darurat kebakaran di kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, dan mulai memasuki tahap pemulihan bagi warga terdampak.
Bupati Tolikara Willem Wandik, didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, bersama pimpinan OPD serta aparat TNI/Polri meninjau langsung para korban pada Selasa (10/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan penanganan akan berlanjut hingga tahap rekonstruksi fisik.
“Intinya, pemerintah tetap memperhatikan seluruh korban bencana kebakaran,” tegas Willem Wandik saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Bupati menjelaskan, berakhirnya masa tanggap darurat selama 14 hari menandai dimulainya masa pemulihan selama 30 hari ke depan. Setelah itu, pemerintah akan memasuki tahap rekonstruksi atau rehabilitasi bangunan warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tolikara juga telah menyiapkan langkah strategis untuk memulihkan ekonomi dan hunian masyarakat. Warga korban kebakaran yang berprofesi sebagai pedagang akan direlokasi ke Pasar Sentral Karubaga yang telah selesai dibangun dan akan difungsikan sebagai pusat aktivitas perdagangan.
Sementara itu, warga non-pedagang selama masa pemulihan akan difasilitasi untuk tinggal di perumahan GIDI.
Bupati menegaskan, lokasi Giling Batu yang telah berulang kali mengalami kebakaran ke depan hanya akan difungsikan sebagai kawasan rumah tinggal. Aktivitas perdagangan dilarang keras dilakukan kembali di area tersebut guna mencegah kejadian serupa.
Salah satu warga terdampak, dr. Sarpa, menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah dalam penanganan pascakebakaran.
“Atas perhatian yang diberikan kepada kami semua, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Kami tidak dapat membalasnya, Tuhanlah yang akan membalasnya,” ucapnya.
Dengan dimulainya tahap pemulihan ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi masyarakat Karubaga dapat segera pulih seiring relokasi pedagang ke fasilitas pasar yang lebih representatif.












