Ditinggal Seorang Diri Tanpa Keluarga dan Anak,ABR-HARUS Bantu Ibu Lansia Pulang ke Jawa.

Sedih dan Mengandung Air Mata itulah yang dirasakan oleh seorang ibu Lansia bernama Sulastri yang tinggal di salah satu rumah kos-kosan di Perumahan Madura, Jalan Nuri, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Rabu (22/10/2024)

JAYAPURA- Sedih dan Mengandung Air Mata itulah yang dirasakan oleh seorang ibu Lansia bernama Sulastri yang tinggal di salah satu rumah kos-kosan di Perumahan Madura, Jalan Nuri, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Bagaimana tidak, kondisinya yang sangat memprihatinkan karena sudah ditinggal anak dan keluarganya ia harus rela berjuang sendiri untuk bisa bertahan hidup.

Sulastri yang dulu berprofesi sebagai tukang pijat ini, kini sudah tidak bisa lagi berkerja karena sakit.

Kini ia tak bisa lagi berdiri ataupun jalan dan hanya berbaring dikasur.

Untuk makanpun ia harus menunggu belas kasihan dari para warga sekitar.

“Saya sudah 7 tahun tinggal di kos-kosan ini, setiap bulan saya harus bayar Rp.500 ribu,”ucap Sulastri ketika disambangi pasangan Abisai Rollo- H.Rustan Saru dirumah kosnya, Rabu (22/10/2024) sore.

Sulastri mengaku jika ia hanya hidup seorang diri saja, anak-anaknya sudah tidak lagi bersamanya.

“Anak-anak semua sudah pulang ke Jawa, saya hanya seorang diri disini,”ujar Sulastri.

Sulastri kini ingin pulang ke Kampung Halamanya di Lembang, Jawa Barat.

Iapun berharap ada orang yang bisa membantunya untuk pulang ke Kampungnya, hanya saja keinginannya belum bisa terwujud karena tidak punya uang untuk membeli tiket.

Sulastri kini pasrah dengan keadaanya, mengingat kondisinya yang sudah lama sakit dan tidak bisa berdiri lagi.

Ia mengaku, tidak bisa berobat ke dokter lagi karena sudah tidak memiliki uang.

Dengan tetesan air mata dan penuh harapan, Sulastri kini sedikit senang dan lega, karena ada orang baik dan masih peduli dengannya.

“Saya kaget karena tiba-tiba bapak Abisai Rollo dan H. Rustan Saru datang dan mau membantu saya untuk membeli tiket pesawat pulang ke Kampung di Jawa,”tuturnya.

Sulastri menyampaikan, jika dirinya sudah kenal baik dengan bapak Abisai Rollo dan H.Rustan Saru, karena keduanya sudah sering datang ke kompleksnya.

“Terima kasih sudah datang melihat saya dan membantu saya untuk pulang ke Kampung,”cetusnya.

Sementara itu, Abisai Rollo menyampaikan rasa prihatinnya kepada ibu Sulastri yang kini hidup sebatang kara dan sudah ditinggal anak dan keluarganya.

“Tadi dia minta untuk pulang Kampung ke Jawa bulan Desember nanti. Nanti saya akan bantu tiket pesawatnya,”kata Abisai Rollo.

Abisai Rollo merasa terharu dan sedih ketika melihat ibu Sulastri yang sudah sakit dan tidak bisa berdiri.

Belum lagi selama ini ia bertahan hidup hanya menunggu belas kasihan dari warga sekitarnya.

“Saya dan H.Rustan Saru akan bantu. Kami juga akan memangil dokter untuk datang memeriksanya disini,”tutur Abisai Rollo.

Hal senada disampaikan, H. Rustan Saru jika dirinya terharu setelah mendengar cerita dari ibu Sulastri yang hidup sebatang kara.

Rustan Saru mengatakan, jika ia dan bapak Abisai Rollo tau setelah ada warga yang melaporkan disela-seĺa kegiatan blusukan mereka di Kompleks perumahan Madura di jalan Nuri.

“Tadi ibu-ibu kader posyandu yang informasikan jika ada warga mereka yang sakit, sehingga kita datang melihat langsung keadannya,”bebernya.

Rustan Saru berharap, ibu Sulastri lekas sembuh dari sakitnya dan bisa kembali ke Jawa bertemu keluarganya.

“Kami akan pangil dokter untuk datang memeriksanya. Kami pastikan kondisi kesehatannya dulu baik, baru kita akan pulangkan ke Kampung halamanya di Jawa,”tutup Rustan Saru.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *