Jayapura, 19 November 2025 — Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal kembali dilakukan melalui inovasi pengolahan tanaman obat tradisional.
Tim dosen dari Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP) sukses meraih hibah dalam Skema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PKM) BIMA KEMENDIKTISAINTEK untuk melaksanakan pelatihan pembuatan permen jeli berbahan dasar rimpang di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Program ini menjadi langkah nyata untuk mengangkat nilai ekonomi tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan temulawak yang melimpah di pekarangan rumah warga.
Ketua Tim PkM, Ermy Dikta Sumanik, S.Pd., M.Li., bersama anggota Inggrid Nortalia Kailola, S.Si., M.Si. dan Tomi A. Nelambo, S.P., M.Si., melihat peluang besar untuk mengubah bahan tradisional ini menjadi produk bernilai jual tinggi dan disukai anak-anak.
“Inovasi mengolah rimpang menjadi permen jeli ini tidak hanya menambah nilai ekonomi, tetapi juga menjadi cara edukatif untuk memperkenalkan manfaat tanaman obat kepada generasi muda,” ujar Ermy Dikta Sumanik.
Antusiasme mama-mama Kampung Sereh tampak sejak awal pelatihan. Mereka mengikuti seluruh proses mulai dari pengenalan bahan baku, ekstraksi sari rimpang, teknik pengemasan, hingga perhitungan harga pokok produksi.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan bekal kewirausahaan dasar untuk mendukung keberlanjutan usaha rumahan mereka.
Fonny Lambe, Koordinator Penggerak Mama-Mama Kampung Sereh, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
“Saya sangat senang bisa belajar membuat permen jeli dari tanaman rimpang yang banyak ditanam di pekarangan rumah. Ternyata kalau diolah menjadi permen, anak-anak jadi sangat senang mengonsumsinya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. “Ini juga sangat membantu kita dalam meningkatkan pendapatan keluarga,” tutup Fonny.
Program PkM ini diharapkan menjadi model kemitraan efektif antara akademisi dan masyarakat adat Papua, sekaligus mendorong mama-mama Kampung Sereh untuk segera memproduksi permen jeli rimpang secara mandiri sebagai sumber penghasilan berkelanjutan.












