Finalis Miss Indonesia Merince Kogoya Didiskualifikasi, Orang Tua Ungkap Kekecewaan

Yurince Lokbere menuturkan kekecewaannya karena sang anak tidak hanya mengalami ketidakadilan selama masa karantina, tetapi juga sejak awal pendaftaran sebagai finalis Miss Indonesia. (29/8/2025).

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Polemik ajang Miss Indonesia 2025 terus menuai sorotan publik usai keputusan mendiskualifikasi salah satu finalis asal Papua Pegunungan, Merince Kogoya. Dalam jumpa pers yang digelar, keluarga Merince menegaskan adanya perlakuan diskriminatif sejak awal proses seleksi hingga masa karantina berlangsung.

Ibu dari Merince, Yurince Lokbere, menuturkan kekecewaannya karena sang anak tidak hanya mengalami ketidakadilan selama masa karantina, tetapi juga sejak awal pendaftaran sebagai finalis Miss Indonesia. Hal ini di sampaikan Orang Tua Merince saat jumpa pers bersama awak media di Abepura,Jayapura,Papua (29/8/2025).

“Sejak awal, anak saya tidak diberikan buku panduan seperti finalis lain. Dia benar-benar masuk audisi tanpa arah, hanya mengandalkan pertolongan Tuhan. Padahal peserta lain menerima buku panduan lengkap,” ungkap Yurince dengan nada kecewa.

Selama masa karantina di Jakarta, Merince juga mengalami kendala terkait konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan hasil konsultasi gizi yang direkomendasikan dokter. Alih-alih mendapat menu sehat berbasis umbi-umbian sesuai kebutuhan tubuhnya, ia justru hanya diberikan mie instan sebagai santapan siang selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut sempat menurunkan daya tahan tubuhnya.

Selain itu, dalam prosesi penyematan selempang finalis, perwakilan dari wilayah timur termasuk Merince tidak diberikan kesempatan untuk maju ke depan, berbeda dengan finalis dari wilayah barat dan tengah.

“Anak saya bersama teman-teman finalis dari timur hanya bisa saling memberi semangat. Mereka tidak dipanggil maju, hanya menyaksikan dari tempat duduk,” tambah Yurince.

Puncak permasalahan terjadi ketika beredar sebuah video yang memperlihatkan Merince mengibarkan bendera Israel. Video tersebut menjadi alasan pihak panitia mendiskualifikasi dirinya. Namun, pihak keluarga menilai keputusan itu tidak dilakukan dengan cara terhormat dan tanpa pembelaan yang layak.

“Anak saya dipanggil secara terpisah dan diberitahu tentang video itu, lalu langsung dikeluarkan. Tidak ada ruang untuk menjelaskan, tidak ada klarifikasi yang adil. Kami merasa ini bentuk diskriminasi,”tegas Yurince.

Kasus ini menuai perhatian publik, terutama masyarakat Papua yang menilai perlakuan terhadap Merince Kogoya mencederai semangat kesetaraan dan keberagaman yang seharusnya dijunjung tinggi dalam ajang nasional sekelas Miss Indonesia.

Keluarga berharap agar pihak penyelenggara memberikan klarifikasi terbuka dan permintaan maaf atas perlakuan tidak adil yang dialami Merince, serta menjadikan kasus ini pelajaran agar diskriminasi terhadap putra-putri bangsa dari daerah manapun tidak terulang kembali.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *