Jayapura,JayaTvPapua.com. – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Papua resmi menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Tahun 2025 Jumat, (21/11/2025), di salah satu Hotel di Kota Jayapura,Papua.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., dan dihadiri jajaran KADIN Indonesia serta para tokoh penting di Papua.
Rapimprov tahun ini mengangkat tema “Sinergi Kuat, Kolaborasi Hebat Menuju Papua Cerah”, yang menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Papua yang inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir perwakilan KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho, yang mewakili Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. Jajaran lainnya yang hadir antara lain Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Thevi A. Zebua, Ketua DPR Papua Deni Hennri Bonai, serta Ketua Umum KADIN Papua Ronald Antonio.
Dalam sambutannya, Gubernur Matius Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada KADIN Papua yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah.
“Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi kepada KADIN Papua yang terus konsisten sebagai mitra pembangunan. Sinergi pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah,”katanya.
Gubernur menekankan perlunya kolaborasi nyata antara pemerintah dan KADIN dalam mendukung pembangunan ekonomi, terutama karena terbatasnya kapasitas anggaran daerah.
“Kami sangat minim anggaran, sehingga kami harus bekerja sama dengan KADIN. Melalui KADIN kita bisa menyentuh semua sektor dunia usaha. Kalau kolaborasi ini berjalan baik, Papua bisa melakukan lompatan pembangunan,”tegasnya.
Fakhiri juga mengungkapkan fokus pembangunan pemerintah, yakni memulai penguatan ekonomi dari wilayah pesisir Papua. Pembangunan Papua akan kami mulai dari laut dan pesisir. Hampir semua kabupaten berada di pesisir, hanya satu di pegunungan. Dari keunggulan masing-masing daerah, kita bisa menghasilkan potensi yang besar bila berkolaborasi dengan KADIN.
Dalam wawancara usai pembukaan Rapimprov, Gubernur menegaskan bahwa dirinya ingin melihat KADIN Papua menjadi rumah besar dunia usaha.
“Saya ingin KADIN menjadi pusat dunia usaha yang sebenarnya. Pemerintah selama ini mungkin kurang intens bekerja sama. Tapi ke depan, saya ingin membangun kantor KADIN yang representatif agar pemerintah dan pengusaha bisa bertukar pikiran tentang pembangunan daerah,”ungkapnya.
Gubernur juga menyinggung kondisi fiskal Papua yang menuntut kerja sama yang lebih erat dengan sektor swasta.
“APBD kita terbatas. Dari kebutuhan 900 miliar untuk gaji, kami hanya punya 700 miliar. Karena itu dunia usaha harus menjadi mitra kunci. Bisnis tetap bisnis, tidak boleh ada kepentingan lain. Papua harus dibangun dengan cara yang benar,” ujar Matius
Ketua Umum KADIN Papua, Ronald Antonio, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting karena merupakan fase awal implementasi visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2025-2030.
Lanjut Ronald, “KADIN Papua berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987. Dunia usaha dan pemerintah harus berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi bisa berkelanjutan,”jelasnya.
Ronald juga memohon maaf kepada para pelaku usaha atas berbagai kendala koordinasi dalam dua tahun terakhir, dan berjanji untuk memperkuat konsolidasi KADIN Papua.
Rapimprov KADIN Papua 2025 diharapkan menjadi ruang strategis bagi para pengusaha dan pemerintah untuk menyatukan visi dalam mendorong investasi, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta memperbaiki tata kelola ekonomi daerah.
Dengan tema besar “Papua Cerah”, KADIN Papua menegaskan bahwa kolaborasi adalah fondasi utama untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera,












