Jayapura, JayaTvPapua.com. – Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Rabu (10/12/2025).
Aksi yang mengangkat tema “Indonesia Bertanggung Jawab atas Pelanggaran HAM Selama 64 Tahun di Papua” ini sekaligus menjadi seruan penyelesaian berbagai pelanggaran HAM yang dinilai belum terselesaikan di tanah Papua.
Aksi dimulai sejak pukul 08.00 WIT di sejumlah titik, antara lain gerbang masuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (Uncen), serta di Tugu Pendidikan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura.
Wakil Ketua BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Uncen, Enes Dapla, menegaskan bahwa 10 Desember merupakan momen penting bagi seluruh masyarakat dunia untuk mengingat nilai kemanusiaan.
“Hari ini memang bukan tanggal merah, tetapi ini adalah hari sakral bagi kemanusiaan di seluruh dunia. Khususnya di Papua, sudah 64 tahun terjadi berbagai pelanggaran HAM,”ujar Enes.
Ia juga menyoroti beberapa peristiwa pelanggaran HAM berat seperti Wasior Berdarah (2001) dan Wamena Berdarah (2003), yang menurut mereka belum mendapat penyelesaian tuntas.
Aksi ini berujung di titik kumpul massa yang bertempat di tuguh Pendidikan Lingkaran Abepura, Ratusan massa yang tergabung dari beberapa aktivis juga bergabung serta melakukan orasi.
Dalam pernyataannya, SOMAP menyampaikan 15 tuntutan strategis, di antaranya,Hentikan operasi militer dan tarik pasukan non-organik dari Papua,Buka akses tanpa syarat bagi PBB, jurnalis, dan lembaga independen,Terima misi pencari fakta PBB untuk penyelidikan kasus HAM,Bebaskan seluruh tahanan politik Papua,Hentikan ekspansi industri ekstraktif dan perampasan tanah adat,Laksanakan reparasi terhadap wilayah yang terdampak operasi militer,Tolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh tanah Papua,Referendum penentuan nasib sendiri sebagai solusi dekolonisasi.
Jika negara tidak mampu menyelesaikan kasus HAM di Papua, maka berikan hak menentukan nasib sendiri kepada rakyat Papua.
Kabag Operasional Polresta Jayapura Kota, Kompol Ferdinand Esau Numberi, mengatakan bahwa pihaknya menurunkan sekitar 700 personel gabungan dari Polresta, Sabhara Polda Papua, dan unsur TNI untuk mengamankan jalannya kegiatan.
“Puji Tuhan, sejauh ini aksi dari tiga kelompok besar dapat berjalan aman dan tertib. Kami berharap sampai para peserta kembali ke tempat masing-masing situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi dengan kelompok aksi terus dijaga guna mencegah bentrokan maupun gangguan keamanan lainnya.
Aksi SOMAP dipantau secara langsung oleh aparat keamanan dan berlangsung tertib hingga berakhir. Para peserta aksi berkomitmen untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan di Papua melalui aksi lanjutan di beberapa titik lainnya di Kota Jayapura.












