HKN Jadi Momentum Perkuat Gerakan Preventif dan Turunkan Kasus Stunting, HIV, dan TBC

Wakil Walikota tegaskan penting untuk memperkuat komitmen bersama membangun masyarakat sehat melalui langkah promotif dan preventif (12/11/2025).

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menegaskan bahwa peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama membangun masyarakat sehat melalui langkah promotif dan preventif di seluruh wilayah Kota Jayapura.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Jayapura pada Rabu (12/11/2025) itu, mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk bersatu meningkatkan derajat kesehatan warga kota.
“Momentum HKN ini kita jadikan semangat bersama agar tenaga kesehatan kita lebih profesional, aktif, dan bersatu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tantangan kita banyak, dari penyakit menular hingga tidak menular,” ujar Rustan Saru.

Rustan menjelaskan, selama ini masyarakat cenderung bersifat kuratif—berobat setelah sakit. Namun melalui transformasi pelayanan kesehatan primer, Pemkot Jayapura kini mendorong pola pikir preventif, yakni melakukan pencegahan sejak dini.

“Kita tidak ingin masyarakat baru periksa setelah sakit. Sekarang petugas kita turun langsung ke rumah-rumah untuk pemeriksaan dini. Hasilnya cukup baik, masyarakat tahu kondisi kesehatannya sejak awal, dan ini mengurangi risiko penyakit berat,” terangnya.

Rustan menyebutkan, program pelayanan kesehatan terintegrasi yang dimulai sejak November ini telah membantu menemukan berbagai penyakit lebih awal seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, dan diabetes, sehingga langkah pencegahan bisa langsung dilakukan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Rustan menyoroti tiga tantangan utama yang tengah dihadapi Kota Jayapura, yakni HIV, TBC, dan stunting.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat, hingga tahun 2025, Kota Jayapura mencatat 8.864 kasus HIV, atau sekitar dua persen dari jumlah penduduk.

“Artinya, dari seratus orang penduduk, dua di antaranya terindikasi HIV. Ini tugas berat kita semua untuk menekan penyebaran sejak dini, dengan cara pencegahan dan pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Rustan juga menekankan pentingnya peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam upaya penurunan stunting, yang menjadi program prioritas nasional di bawah arahan Presiden.

“Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Orang tua, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat harus ikut serta. Kita perlu kerja bersama agar generasi Jayapura ke depan tumbuh sehat dan kuat,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemkot Jayapura optimis dapat menurunkan angka penyakit menular dan mempercepat penurunan stunting di tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami, tahun depan angka stunting, HIV, dan TBC bisa turun signifikan. Ini jalan menuju Jayapura yang sehat dan berdaya saing menyongsong Jayapura Emas 2045,” tutup Rustan Saru.

Hari Kesehatan Nasional ke-61 menjadi bukti bahwa Kota Jayapura terus berbenah dan berkomitmen memperkuat sistem kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan medis, tetapi juga lewat pendidikan kesehatan, deteksi dini, dan gerakan hidup sehat bersama.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *