Ibadah Syukur 116 Tahun Injil di Tanah Tabi Gereja dan Pemerintah Serukan Persatuan

Perayaan 116 Tahun Injil dan HUT Kota Jayapura, Momentum Perkuat Iman dan Persaudaraan (10/3/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat dan jemaat gereja menggelar ibadah pengucapan syukur dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-116 Kota Jayapura dan 116 tahun Pekabaran Injil di Tanah Tabi, yang berlangsung di Pulau Metu Debi, Selasa (10/3/2026).

Ibadah syukur ini mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan” (2 Korintus 5:18-19 dan Mazmur 72:2-3) dengan subtema “Kasih Kristus Menggerakkan Kepedulian Gereja Bagi Pemulihan Tanah dan Manusia di Tanah Tabi.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pekabaran Injil di Tanah Tabi yang telah mencapai usia 116 tahun dan terus membawa damai serta harapan bagi masyarakat, khususnya di Kota Jayapura.

Menurutnya, masuknya Injil di Tanah Tabi merupakan bukti kasih Tuhan yang terus menyertai kehidupan masyarakat Papua hingga saat ini.

“Dengan masuknya Injil di tanah ini, kita diajarkan untuk hidup dalam kasih, damai dan persatuan. Karena itu kita harus terus memberitakan kebenaran dan kebesaran Tuhan kepada generasi yang akan datang,” ujar Abisai Rollo.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk terus menjaga kebersamaan, kedamaian dan persatuan di tengah keberagaman yang ada.

“Sebagai masyarakat yang hidup di Kota Jayapura, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan kehidupan yang diberikan. Mari kita jaga kota ini agar tetap aman, damai dan menjadi rumah bagi semua orang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Abisai Rollo juga menegaskan bahwa perayaan ini merupakan bagian dari pernyataan iman umat kepada Tuhan sekaligus momentum untuk terus bertumbuh dalam kehidupan spiritual.

“Dengan merayakan 116 tahun masuknya Injil, kita diingatkan bahwa iman kita harus terus bertumbuh. Kita juga harus mengajarkan kepada anak-anak dan generasi muda untuk mengenal serta mencintai tanah Papua,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat lintas agama, untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan masa depan Kota Jayapura.

“Kita semua yang tinggal di kota ini harus bergandengan tangan menjaga tanah ini dan menjaga generasi yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Klasis Port Numbay, Pdt. Andris W. Tjoe, mengatakan bahwa perayaan 116 tahun pekabaran Injil menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan dan moderasi kehidupan beragama di Kota Jayapura.

Menurutnya, keberagaman suku, agama dan budaya di Kota Jayapura merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Kota Jayapura dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama dan latar belakang. Karena itu kita harus menjaga kerukunan dan moderasi kehidupan beragama agar kota ini tetap aman dan damai,” kata Pdt. Andris.

Ia juga menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk membangun peradaban yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Jika kota ini aman dan masyarakat hidup rukun, maka pembangunan dan pertumbuhan ekonomi juga akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, pihak gereja juga terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan menanam pohon sebagai bagian dari menjaga ciptaan Tuhan.

“Kita harus peduli bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam ciptaan Tuhan. Menanam pohon adalah salah satu cara menjaga kota ini agar tetap sejuk, ramah dan nyaman bagi semua,” jelasnya.

Melalui perayaan ini, seluruh masyarakat diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta terus menjaga Kota Jayapura sebagai kota yang damai, aman dan penuh kasih bagi semua warganya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *