Jemaat GIDI Eden Rayakan Kebangkitan Kristus, ajak jemaat Hidup Berkenan kepada Allah

Jayapura – Ibadah Minggu pagi berlangsung dengan suasana penuh sukacita dan penghayatan iman. Rangkaian ibadah diisi dengan pujian dan penyembahan, kesaksian jemaat, serta penampilan anak-anak sekolah minggu. Ibadah juga dirangkaikan dengan perjamuan kudus yang rutin dilaksanakan pada minggu pertama setiap bulan.

Dalam khotbahnya, Gembala Jemaat GIDI Eden, Pdt. Reinhard Ohee, menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang rela mengambil rupa manusia agar manusia yang tidak berkenan dapat menjadi berkenan di hadapan Allah.

Momentum perayaan Kebangkitan Kristus tahun ini, menurutnya, menjadi waktu yang tepat bagi jemaat untuk melakukan introspeksi diri. Ia mengajak setiap orang percaya untuk merenungkan apakah kehidupan sehari-hari sudah berkenan kepada Tuhan atau justru lebih mementingkan diri sendiri.

“Apakah aktivitas hidup saya selalu menyenangkan Tuhan atau tidak?” ungkapnya mengajak jemaat merenung.

Ia menjelaskan, berdasarkan Filipi 2:6-7, manusia yang berkenan kepada Allah adalah mereka yang mau menyangkal diri. Penyangkalan tersebut berkaitan dengan meninggalkan sifat-sifat manusiawi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, seperti amarah, fitnah, perkataan kotor, hingga perbuatan dosa lainnya.

Menurutnya, jika seseorang mengaku bahwa Yesus telah bangkit, maka harus ada usaha nyata untuk mengalahkan sifat-sifat tersebut. Ia mengingatkan bahwa kecenderungan dosa akan selalu ada dalam diri manusia dan dapat menjadi penghambat hubungan dengan Tuhan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hidup berkenan kepada Allah juga berarti hidup untuk memuliakan Tuhan setiap hari. Hal itu dapat dilakukan melalui kebiasaan rohani seperti berdoa, membaca Alkitab, dan hidup dalam ketaatan.

Mengutip Filipi 2:8, ia menegaskan bahwa Yesus telah memberikan teladan kerendahan hati dan ketaatan, bahkan sampai mati di kayu salib.

“Selagi Tuhan masih menganugerahkan keselamatan dan kasih-Nya, mari kita belajar merendahkan diri, mencari wajah-Nya, dan hidup dalam ketaatan kepada kehendak-Nya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaat untuk tidak mengeraskan hati, tetapi terus merenungkan firman Tuhan siang dan malam sebagai bagian dari pertumbuhan iman.

Pada bagian akhir khotbah, ia mengutip Filipi 2:9-11 yang menegaskan bahwa Allah telah meninggikan Yesus dan memberikan nama di atas segala nama, sehingga setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Menutup pesannya, Pdt. Reinhard mengajak seluruh jemaat, khususnya generasi muda, untuk tetap setia dalam persekutuan dan ibadah.

“Pemuda-pemuda, jangan meninggalkan ibadah. Mari belajar taat dan hidup sesuai kehendak Tuhan,” pesannya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *