KOMAM Paniai Sesalkan Aspirasi ke Jakarta yang Diantar Jhon NR Gobay Dinilai Sepihak dan Tidak Demokratis

3 Tuntutan KOMAM menyatakan penyesalan dan keberatan atas langkah anggota DPR Papua Tengah (DPR-PT) Komisi IV, Jhon NR Gobay (15/12/2025).

Paniai, JayaTvPapua.com. – Koalisi Masyarakat Anti Militerisme (KOMAM) Paniai menyatakan penyesalan dan keberatan atas langkah anggota DPR Papua Tengah (DPR-PT) Komisi IV, Jhon NR Gobay, yang mengantar aspirasi ke Jakarta tanpa melibatkan masyarakat Paniai secara resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan KOMAM Paniai dalam konferensi pers, Senin (15/12/2025), menyusul beredarnya informasi di media terkait kunjungan Jhon NR Gobay ke Markas Besar Pasukan Marinir TNI Angkatan Laut di Cilandak, Jakarta Selatan, pada 11 Desember 2025, dengan membawa aspirasi yang mengatasnamakan masyarakat Paniai.

KOMAM Paniai yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, pemuda, serta kalangan intelektual dan pelajar, menilai langkah tersebut sepihak, ambigu, dan tidak demokratis. Pasalnya, hingga kini masyarakat Paniai, termasuk KOMAM, tidak pernah mengetahui isi maupun draf aspirasi yang dibawa ke Jakarta.

“Sejak kapan Jhon NR Gobay bertemu KOMAM untuk meminta atau menerima dokumen penolakan militer yang akan dibawa ke Jakarta? Sampai hari ini, kami tidak pernah menyerahkan draf, pernyataan sikap, ataupun kesepakatan masyarakat kepada pihak mana pun,” tegas KOMAM dalam pernyataan resminya.

KOMAM juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari satu bulan, Panitia Khusus (Pansus) DPRK Paniai telah berupaya melibatkan Jhon NR Gobay untuk mendorong aspirasi penolakan militer melalui mekanisme legislatif. Namun upaya tersebut dinilai tidak mendapat respons serius, bahkan cenderung dihindari.

Lebih lanjut, KOMAM menegaskan seluruh dokumen pernyataan sikap masyarakat Paniai, baik dari aksi jilid pertama maupun jilid kedua, masih utuh dan berada di tangan KOMAM, serta tidak pernah diserahkan kepada DPRK Paniai, DPR-PT, maupun institusi lainnya.

Atas tindakan tersebut, KOMAM Paniai menilai langkah Jhon NR Gobay tidak mencerminkan peran sebagai wakil rakyat, tidak sesuai prosedur hukum dalam mekanisme legislatif, serta gagal mengakomodasi aspirasi masyarakat Paniai secara sah dan bertanggung jawab.

Tiga Tuntutan KOMAM Paniai

Dalam konferensi pers tersebut, KOMAM Paniai menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:

1. Mengundang Jhon NR Gobay, DPRK Paniai, dan seluruh pihak terkait untuk membawa draf aspirasi yang dimaksud guna dilakukan klarifikasi dan pertanggungjawaban di Sekretariat KOMAM, Distrik Kebo, Paniai Utara, terhitung 15–18 Desember 2025.

2. Menegaskan penolakan serta penarikan seluruh TNI/Polri non-organik dari wilayah Paniai.

3. Menyerukan kepada seluruh masyarakat Paniai di 24 distrik dan 216 kampung untuk mempersiapkan diri, melakukan mobilisasi, serta terlibat dalam konsolidasi pada 3–10 Januari 2026 menuju aksi Jilid Tiga.

Konferensi pers ini ditutup dengan penegasan bahwa seluruh pernyataan tersebut merupakan sikap resmi KOMAM Paniai.

Pernyataan ditandatangani oleh:

Jhemz Nawipa, Koordinator Umum KOMAM

Melben Gobay, Koordinator Lapangan Umum KOMAM

Paniai, 15 Desember 2025
(Rilis Resmi)

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *