Jayapura, JayaTvPapua.com – Aktivis mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura menyoroti keras kunjungan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ke kampus Uncen yang dinilai tidak transparan dan mencederai hak mahasiswa.
Aktivis mahasiswa Uncen, Arius Siep, menegaskan bahwa kehadiran Menteri HAM di Jayapura tanpa pemberitahuan kepada mahasiswa merupakan bentuk pelanggaran HAM itu sendiri.
“Bagi kami mahasiswa Universitas Cenderawasih, kehadiran Menteri HAM ke Jayapura tanpa informasi resmi adalah bentuk pelanggaran HAM. Ironis, karena beliau adalah Menteri HAM,” ujar Arius.
Menurut Arius, Menteri HAM datang secara diam-diam dan langsung menuju rektorat tanpa membuka ruang dialog dengan mahasiswa.
“Beliau datang lewat belakang, seperti sembunyi-sembunyi. Kami tidak tahu ada kesepakatan apa yang dibuat dengan pihak rektorat. Mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan,” katanya.
Arius menegaskan bahwa mahasiswa sebenarnya ingin menyampaikan langsung kondisi riil Papua, khususnya terkait persoalan pelanggaran HAM yang hingga kini belum terselesaikan
“Kami ingin menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di Papua. Pelanggaran HAM sejak 1961 hingga 2026 belum pernah diselesaikan secara tuntas,” tegasnya.
Ia menilai pernyataan Menteri HAM yang menyebut Papua dalam kondisi “baik-baik saja” tidak mencerminkan realitas di lapangan.
“Kalau Papua dibilang baik-baik saja, itu hanya mimpi yang dibangun negara. Faktanya, pelanggaran HAM terus terjadi dan justru disuburkan,” ujar Arius.
Mahasiswa juga menyayangkan sikap pihak universitas yang dinilai tidak mengumumkan agenda kunjungan Menteri HAM kepada pimpinan mahasiswa maupun civitas akademika.
“Lembaga universitas tidak menyampaikan secara terbuka. Padahal kampus seharusnya menjadi ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat,” katanya.
Arius menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah sebuah prestasi, melainkan ancaman bagi masa depan orang asli Papua.
“Ini bukan hadiah dan bukan prestasi. Ini adalah ancaman bagi kami rakyat Papua jika persoalan HAM terus diabaikan,” pungkasnya.












