Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Elektronik untuk Rumah Ibadah di Jayapura “Tanah Adalah Anugerah Tuhan yang Harus Dijaga”

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikan Elektronik kepada 8 perwakilan Gereja dan Masjid di Kota Jayapura (19/11/2025).

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah elektronik kepada Jemaat GKI Kasih Dok IX serta delapan perwakilan gereja dan masjid di Kota Jayapura. Penyerahan dilakukan dalam ibadah bersama di Gereja GKI di Tanah Papua Jemaat Kasih Dok IX, Rabu (19/11/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Nusron Wahid menegaskan bahwa tanah dan rumah ibadah adalah aset yang wajib dijaga karena memiliki nilai spiritual dan sosial bagi umat. Ia menekankan bahwa sertifikasi rumah ibadah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan dari potensi sengketa maupun penyerobotan lahan.

“Tanah adalah anugerah Tuhan. Pupuk, teknologi, dan rekayasa manusia bisa dibuat, tapi tanah dan air tidak bisa diciptakan oleh manusia. Karena itu, rumah ibadah harus aman dan terjamin secara hukum,” ujar Nusron dalam sambutannya.

Nusron menjelaskan bahwa saat ini jumlah tempat ibadah di Indonesia mencapai hampir satu juta, namun baru sekitar 38 persen yang telah tersertifikasi. Beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki progres tinggi, namun banyak provinsi termasuk Papua masih berada di bawah 50 persen.

Ia menegaskan bahwa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ATR/BPN menargetkan seluruh rumah ibadah masjid, gereja, vihara, pura harus selesai sertifikasinya dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Rumah ibadah adalah rumah Tuhan. Masak rumah Tuhan tidak punya sertifikat? Kita harus lindungi dari mafia tanah dan potensi sengketa. Ini tugas moral dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menteri juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), lembaga keagamaan, para pendeta, dan tokoh masjid agar proses sertifikasi berjalan cepat dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk memastikan keamanan aset rumah ibadah sebagai simbol kerukunan dan kedamaian.

Acara penyerahan sertifikat turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, tokoh lintas agama, dan para pimpinan jemaat. Nusron berharap langkah ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat perlindungan aset keagamaan di Papua.

“Semoga Tuhan memberkati kita semua. Tugas kita menjaga umat, termasuk memastikan rumah ibadah aman secara hukum. Ini adalah amanat,” tutup Nusron.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *