Jayapura, JayaTvPapua.com – Perwakilan Penunjang Medik RSUD Abepura, Konstantina Giay, menyampaikan aspirasi dalam aksi pernyataan sikap yang digelar di halaman RSUD Abepura, Selasa (27/1/2026). Aksi ini diikuti oleh sejumlah pegawai yang menyuarakan tuntutan terkait manajemen rumah sakit, pelayanan pasien, serta tata kelola keuangan dan sumber daya manusia.
Dalam pernyataannya, Konstantina Giay mengatakan kunjungan Gubernur Papua ke RSUD Abepura pada 7 November 2025 lalu menjadi angin segar bagi para pegawai. Saat itu, Gubernur sempat menyampaikan akan mengambil keputusan terkait kepemimpinan rumah sakit dalam waktu dua hari, namun hingga kini belum ada keputusan yang jelas.
“Kami menunggu keputusan Bapak Gubernur sejak 7 November sampai hari ini belum ada. Kami bertanya, ada apa dengan manajemen Rumah Sakit Abepura? Kenapa tidak ada perubahan kepemimpinan sampai sekarang ? ,” ujar Konstantina.
Ia menilai kepemimpinan di RSUD Abepura sudah berlangsung terlalu lama tanpa pembaruan, sehingga berdampak pada kinerja dan pelayanan rumah sakit. Para pegawai, lanjutnya, tetap bekerja penuh tanggung jawab meski menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan sistem manajemen.
“Kami tetap masuk kerja, libur pun tetap kerja. Kekurangan di rumah sakit kami kerjakan. Tapi hari ini kami sedih karena tidak ada perubahan,” katanya.
Dalam aksi tersebut, para pegawai juga menuntut perombakan manajemen rumah sakit serta pembenahan sistem pembagian jasa pelayanan agar sesuai dengan beban kerja yang telah dilakukan.
“Kami minta manajemen rumah sakit dirombak dan diganti dengan orang-orang yang baik dan bertanggung jawab. Banyak orang hebat di rumah sakit ini yang bisa menduduki jabatan-jabatan penting,” tegasnya.
Aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk harapan agar Pemerintah Provinsi Papua segera melakukan pembenahan manajemen RSUD Abepura demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.












