Pelajar Tenggelam di Pantai Taronta Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Proses Pencarian Pelajar yang dilaporakan Tenggelam oleh Tim SAR Gabungan (2/1/2026).

Sarmi, JayaTvPapua.com – Tim SAR Gabungan hingga Kamis (2/1/2025) masih melakukan pencarian terhadap seorang pelajar bernama Okta (18), yang dilaporkan tenggelam saat mandi di Pantai Taronta, SP 2 Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIT. Korban diketahui mandi bersama dua orang temannya di laut, namun posisi mereka cukup jauh dari bibir pantai. Ketiganya kemudian terseret arus laut yang kuat hingga menyebabkan Okta tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura, Anton Sucipto, menjelaskan bahwa dua rekan korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, sementara korban tidak sempat tertolong.

“Teman korban bersama pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Pos SAR Sarmi untuk mendapatkan bantuan,” ujar Anton.

Menerima laporan tersebut, Koordinator Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, langsung mengerahkan tim menuju lokasi kejadian. Tim SAR tiba di Pantai Taronta pada pukul 07.20 WIT, Kamis pagi (2/1/2026), dan setelah melakukan briefing, operasi pencarian segera dimulai.

Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Taronta serta area perairan sekitar. Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan.

Dalam operasi SAR ini, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya truk personel, rescue car, speed boat, peralatan SAR air, AquaEye, drone, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Basarnas, Polsek Bonggo, Koramil Sarmi, Yonif TP 809 NTM Sarmi, Polair Polres Sarmi, pihak keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi dilaporkan cerah berawan dan relatif mendukung.

“Kami terus melakukan upaya maksimal dan berharap korban dapat segera ditemukan,” tutup Anton Sucipto.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *