Jayapura – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura diwarnai kericuhan saat proses penetapan ketua organisasi tersebut. Insiden terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIT di Hotel Horizon Kotaraja.
Keributan bermula ketika pimpinan sidang membacakan hasil keputusan dalam rapat pleno IV terkait penetapan Ketua KNPI Kota Jayapura. Sejumlah pendukung salah satu bakal calon, Novel Krey, langsung melayangkan protes karena tidak menerima hasil keputusan sidang.
Situasi semakin memanas ketika beberapa pendukung mencoba mendekati pimpinan sidang. Adu argumen yang terjadi kemudian memicu aksi saling kejar di antara peserta, baik di dalam ruang rapat maupun hingga ke luar area hotel.
Aparat kepolisian yang sejak awal telah berjaga di lokasi kegiatan segera turun tangan untuk meredam ketegangan. Petugas berupaya menenangkan massa sekaligus menghalau peserta yang terlibat keributan agar situasi tidak semakin meluas.
Kericuhan tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas hotel mengalami kerusakan. Beberapa gelas dan piring di area restoran hotel dilaporkan pecah dan berserakan.
Ketegangan sempat kembali terjadi ketika terdengar suara letusan keras di depan pintu lobi hotel yang diduga berasal dari dopis. Suara tersebut sempat mengundang perhatian warga di sekitar lokasi yang keluar rumah untuk mengetahui apa yang terjadi.
Mendengar suara tersebut, aparat
kepolisian langsung melakukan pengecekan di sekitar lokasi kejadian. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan barang bukti yang diduga menjadi sumber suara letusan tersebut.
Guna mengantisipasi situasi yang lebih luas, aparat dari Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Abepura memperketat pengamanan di area hotel serta membubarkan massa yang masih berkumpul di depan lobi.
Sebelumnya, dalam tahapan verifikasi bakal calon Ketua KNPI Kota Jayapura, Novel Krey dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan. Hal ini disebabkan adanya rekomendasi ganda dari dua KNPI distrik, yakni Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Jayapura Utara.
Dengan keputusan tersebut, pimpinan sidang kemudian menetapkan Barto Taniauw sebagai Ketua KNPI Kota Jayapura secara aklamasi.
Meski sempat diwarnai ketegangan, pelaksanaan Musda VI KNPI Kota Jayapura akhirnya dapat kembali dilanjutkan setelah situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan.
Dinamika dalam Musda tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak awal pelaksanaan sidang, mulai dari Pembacaan Tata tertib,pleno I hingga pleno IV yang diwarnai berbagai perdebatan di antara peserta.













