Sagu Jadi Sorotan Festival Kekayaan Intelektual Papua Hadirkan UMKM Lokal

Anthonius M Ayorbaba mengatakan Angkat Sagu Jadi Komoditas Unggulan di Festival Sagu April ini (9/4/2026)

Jayapura, JayaTvPapua.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Papua,Anthonius M. Ayorbaba, mengumumkan rencana pelaksanaan Festival Sagu Papua dalam rangka peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang akan berlangsung pada 24-26 April 2026.

Kegiatan ini akan digelar melalui kolaborasi antara Kementerian Hukum, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, perbankan, serta pelaku UMKM. Festival tersebut menjadi ajang promosi sekaligus penguatan produk lokal, khususnya pangan berbasis sagu.

Anthonius menjelaskan, festival ini akan memberikan ruang bagi UMKM, terutama pengelola pangan lokal, untuk menampilkan produk mereka yang telah memiliki merek dan terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum. Selain itu, berbagai brand lokal juga akan turut diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Tahun ini kami mengangkat tema sagu, yaitu ‘Sagu adalah Hidupku, Sagu Menjamin Peradaban Papua’. Ini sebagai bentuk komitmen untuk mendorong sagu menjadi komoditas unggulan daerah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, gagasan festival ini berangkat dari hasil Musrenbang Papua yang menyoroti kondisi fiskal daerah. Melalui pengembangan ekosistem sagu dari hulu hingga hilir, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.

Festival Sagu nantinya akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pameran produk sagu, demo pengolahan sagu secara tradisional hingga modern, hingga sajian kuliner khas seperti papeda, sagu bakar, hingga olahan gula sagu.

Tak hanya itu, panitia juga akan menggelar lomba lari 5 kilometer sebagai bagian dari kampanye pentingnya sagu bagi masyarakat Papua. Kegiatan ini direncanakan mengambil rute di sekitar kawasan Kantor KPU Provinsi Papua.

Panitia menargetkan sekitar 50 tenant dari berbagai daerah di Papua, termasuk dari wilayah Asmat, Sorong Selatan, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya yang memiliki potensi sagu.

Anthonius menegaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya perlindungan sagu sebagai potensi indikasi geografis melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Dengan perlindungan dan pengelolaan yang baik, sagu diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Kami ingin membangun ekosistem sagu yang kuat, sehingga petani, pelaku UMKM, hingga daerah penghasil sagu bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkasnya.

Selain itu, akan dibuka layanan pendaftaran gratis bagi UMKM pengelola sagu yang ingin mendaftarkan merek dagangnya, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *