SERAMBI 2026, BI Papua Perkuat Layanan Penukaran Rupiah Jelang Ramadan dan Idulfitri

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua kembali menghadirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 guna memperkuat layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Program ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Warsono, bersama pimpinan perbankan, Majelis Ulama Indonesia Papua, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta pimpinan instansi pemerintah setempat pada Kamis (19/2/2026).

Warsono menyampaikan, layanan kas dalam rangka SERAMBI 2026 berlangsung hingga 13 Maret 2026. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BI Papua menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp1,16 triliun.

“Jumlah uang tunai yang disiapkan untuk kegiatan SERAMBI 2026 meningkat 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya.

Layanan kas diberikan melalui penarikan uang di Kantor BI Papua oleh perbankan dan di tujuh kas titipan BI yang berada di Sorong, Nabire, Timika, Serui, Biak, Wamena, dan Merauke. Selain itu, BI Papua bersama perbankan di Jayapura juga membuka layanan penukaran langsung melalui kas keliling dan loket penukaran di kantor bank.

Khusus layanan penukaran uang kepada masyarakat, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,8 miliar dengan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta per orang. Layanan penukaran tersedia di 20 titik lokasi di Jayapura dan jaringan kas titipan BI.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan, pemesanan penukaran dilakukan melalui website PINTAR. Tahap pertama pemesanan dibuka mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIT, sedangkan tahap kedua dimulai 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIT.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri, BI juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile banking, internet banking, QRIS, serta transfer dana menggunakan BI-FAST dan BI-RTGS.

Melalui momentum SERAMBI 2026, BI kembali mengedukasi masyarakat dalam kerangka Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dengan mengajak masyarakat mengenali keaslian uang menggunakan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Masyarakat juga diimbau merawat Rupiah dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.

BI berharap sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta perilaku belanja bijak masyarakat dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *