Sidak ke Dinas Pariwisata dan Sosial Wawali Jayapura Rustan Saru Tekankan Disiplin ASN dan Inovasi Layanan

Wawali Kota Jayapura berikan arahan kepada Staf Dinas Sosial Kota Jayapura (14/1/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial, pada Rabu (14/1/2026).

Sidak ini dilakukan untuk mengevaluasi kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), kualitas pelayanan publik, serta kesesuaian program kerja OPD dengan visi dan misi Wali Kota Jayapura.

“Tujuan sidak ini ada tiga, pertama melihat kedisiplinan pegawai, kedua memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik, dan ketiga menilai program kerja OPD apakah sudah sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Jayapura,” ujar Rustan Saru.

Dalam sidak tersebut, Wawali mencatat tingkat kehadiran ASN di Dinas Pariwisata mencapai sekitar 90 persen, meningkat dibanding sebelumnya. Meski demikian, ia masih menemukan beberapa pegawai yang belum disiplin dalam penggunaan atribut kepegawaian.

“Secara kehadiran sudah cukup baik, namun masih ada satu dua pegawai yang belum lengkap menggunakan atribut. Ini bagian dari disiplin yang harus terus kita dorong,” tegasnya.

Lebih jauh, Rustan Saru menyoroti program kerja Dinas Pariwisata yang dinilai masih perlu penguatan inovasi. Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Kota Jayapura tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan festival semata, tetapi juga harus mampu mempromosikan potensi wisata lokal ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kita ingin pariwisata Jayapura terekspos keluar Papua, bahkan ke mancanegara. Bisa lewat media sosial, sistem pemasaran digital, mengundang youtuber, atau promosi melalui marketplace pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya, banyak potensi wisata Kota Jayapura yang unik dan menjanjikan, seperti jembatan ikonik, keindahan alam, hingga nilai sejarah dan budaya, yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.

Ia juga mendorong Dinas Pariwisata untuk menggandeng berbagai pihak, mulai dari perhotelan, unsur keamanan, hingga tokoh adat, guna menggali cerita sejarah dan kearifan lokal yang dapat menjadi daya tarik wisata.

Selain itu, Rustan Saru mengingatkan pentingnya pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, seperti sentra kerajinan batik Papua, manik-manik, hingga ikat kepala khas Papua, sebagai destinasi wisata edukatif.

“Ini bisa menjadi pusat kunjungan wisata. Orang datang bukan hanya melihat, tapi juga belajar proses pembuatan, bahan baku, hingga sejarahnya,” katanya.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *