Jayapura,JayaTvPapua.com. – Gubernur Provinsi Papua, Matius Fakhiri, menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap seluruh layanan kesehatan di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota. Pernyataan tegas ini disampaikannya usai membuka Rapat Pimpinan KADIN Papua 2025 di salah satu hotel di Kota Jayapura,Jumat (21/11/2025).
Evaluasi besar-besaran ini dilakukan sebagai respons atas insiden meninggalnya seorang ibu hamil dan bayi dalam kandungan, pada Kamis (20/11/2025), setelah diduga tidak mendapatkan pelayanan memadai dari sejumlah fasilitas kesehatan.
Kasus ini kembali membuka masalah lama terkait akses layanan kesehatan dasar, baik di wilayah perkotaan maupun kampung sekitar Jayapura.
Dalam Wawancaranya dengan media, Fakhiri mengaku telah menerima laporan lengkap rangkaian peristiwa tersebut. Ia juga memastikan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk menindaklanjuti dugaan kelalaian pelayanan.
“Aturannya jelas. Puskesmas maupun rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Kalau masih ada yang menolak, saya pastikan copot direktur rumah sakitnya,” tegas Fakhiri.
Gubernur juga menyampaikan akan menurunkan tim inspeksi mendadak untuk memeriksa secara langsung sejumlah fasilitas kesehatan. Selain itu, evaluasi berkala akan dilakukan, termasuk bagi para pimpinan rumah sakit yang baru dilantik.
Korban, warga Kampung Hobong, awalnya dibawa ke RS Yowari sekitar pukul 03.00 WIT. Ia kemudian dirujuk ke RS Abepura dan RS Dian Harapan namun tidak mendapatkan tindakan medis. Keluarga akhirnya membawa korban ke RS Bhayangkara, tetapi diminta menyiapkan biaya operasi sebesar Rp8 juta.
Perjalanan panjang menuju layanan medis itu berakhir tragis. Saat dibawa ke RSUD Jayapura, ibu dan bayinya tidak tertolong.
Pihak keluarga menyampaikan kekecewaan mendalam atas pelayanan yang mereka terima dari beberapa rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Fakhiri menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan merupakan fokus utama pembangunan Papua. Menurutnya, perlindungan terhadap ibu hamil terutama dalam seribu hari pertama kehidupan sangat berkaitan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua menuju 2045.












