Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, OAP Harus Terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis

Abisai Rollo katakan, program MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk di Papua (9/9/2025)

Jayapura,JayaTvPapua.com. – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, usai rapat koordinasi bersama Tim Badan Gizi Nasional (BGN) di Jayapura, Selasa (9/9/2025).

Menurut Wali Kota, program MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk di Papua. Pemda Jayapura pun diberi mandat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program di seluruh wilayah kota.

“Program ini sangat penting karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Tugas kami adalah memastikan prosesnya berjalan baik dan tepat sasaran,” ujar Abisai Rollo.

Berdasarkan laporan BGN, hingga kini terdapat 12 dapur penyedia makan bergizi yang telah aktif di Kota Jayapura. Jumlah ini merupakan bagian dari 22 dapur SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi) yang ditargetkan beroperasi untuk melayani anak sekolah dan posyandu.

“Dari target 22 dapur, sudah 12 yang aktif melayani anak-anak sekolah maupun posyandu. Kami akan terus memantau agar semua bisa berjalan optimal,” jelas Wali Kota.

Abisai Rollo menegaskan pentingnya keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari tenaga dapur, tim pengantar makanan, hingga proses distribusi ke sekolah dan posyandu, tenaga kerja lokal diminta untuk diprioritaskan.

“Saya sudah meminta kepada BGN agar memprioritaskan OAP dalam pelaksanaan program ini. Ini bukan hanya soal gizi anak-anak, tapi juga tentang pemberdayaan masyarakat lokal agar merasa memiliki program ini,” tegasnya.

Meski program ini membawa manfaat besar, Wali Kota mengakui masih ada sebagian orang tua yang menolak anaknya menerima makanan bergizi gratis karena kurang memahami manfaatnya.

“Oleh karena itu, sosialisasi harus dilakukan dengan melibatkan kepala distrik, kelurahan, kampung, hingga tokoh masyarakat. Jika perlu, saya sendiri akan turun langsung menjelaskan kepada orang tua,” ujar Abisai.

Dengan 338 sekolah yang ada, Kota Jayapura ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas penerima program MBG. Pemerintah kota memastikan pelayanan akan menjangkau seluruh sekolah dan posyandu melalui dapur SPPG yang ada.

“Pemerintah Kota Jayapura mendukung penuh program makan bergizi gratis. Kami akan terus bekerja sama dengan BGN dan semua pihak agar program ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberi manfaat maksimal,” pungkasnya.

Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak Papua, tetapi juga memberi dampak positif pada ekonomi lokal melalui keterlibatan langsung OAP dalam pengelolaan dapur dan distribusi makanan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *