Jayapura, JayaTvPapua.com – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), Pendeta M.P.A Maury, mengajak seluruh umat beragama di Tanah Papua untuk terus bersyukur memasuki tahun 2026 dalam keadaan selamat dan situasi yang relatif aman.
Ia menilai perjalanan awal tahun hingga memasuki Februari berjalan baik, baik dari sisi keamanan maupun kehidupan sosial masyarakat di Provinsi Papua. Namun demikian, Maury mengaku prihatin atas meningkatnya peristiwa kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang mengejutkan para tokoh agama.
Menurutnya, berbagai insiden penembakan yang terjadi di sejumlah daerah merupakan tindakan brutal dan disengaja yang tidak dapat diterima oleh ajaran agama mana pun. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap pilot, penumpang, maupun masyarakat sipil merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan dan kesucian hidup.
“Agama apa pun tidak akan mentolerir penembakan terhadap sesama manusia. Ini sangat mencederai nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Karena itu, Maury mengajak seluruh tokoh agama di Papua untuk bersuara tegas mengecam setiap bentuk kekerasan agar tidak terulang kembali. Ia juga meminta umat lintas agama terus mendoakan serta mendukung pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.
Dukungan khusus disampaikan kepada Satgas Damai Cartenz yang dinilai konsisten menjalankan tugas pengawalan, penjagaan, dan perlindungan terhadap masyarakat di wilayah rawan.
Selain itu, Maury mengajak masyarakat Papua untuk tetap patuh kepada pemerintah serta mendukung peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga keamanan.
“Kita mungkin tidak bisa membantu dengan banyak hal, tetapi kita bisa menopang dengan doa. Mari kita berdoa agar Tanah Papua tetap aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.













