Plt Kadis DLHK Jayapura: Landfill II Koya Koso Kunci Perbaikan Pengelolaan Sampah Kota

Simon Petrus Koirewoa Plt.Kadis DLHK Kota Jayapura, Langkah Baru Kebersihan Kota Landfill II Jayapura Mulai Difungsikan (27/2/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Simon Petrus Koirewoa, menegaskan pembangunan Landfill II TPA Koya Koso menjadi langkah krusial dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah Kota Jayapura yang selama ini terbebani overkapasitas.

Menurut Simon, TPA Koya Koso setiap hari menerima 178 hingga 200 ton sampah dari seluruh wilayah kota. Kondisi tersebut membuat Landfill I yang semula dirancang hanya lima tahun, terpaksa digunakan hingga lebih dari sepuluh tahun dan mengalami kelebihan kapasitas serius.

“Overload di Landfill I sudah berdampak pada pengelolaan yang tidak optimal dan berisiko terhadap lingkungan sekitar TPA. Karena itu, pembangunan Landfill II menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Landfill II dibangun di atas lahan sekitar satu hektare dengan sistem sanitary landfill terkendali. Sistem ini memungkinkan sampah ditata berlapis dan ditutup tanah secara berkala untuk mengurangi bau, lalat, serta potensi pencemaran air lindi.

Dalam operasionalnya, sampah yang masuk akan ditata hingga ketebalan sekitar 1,5 meter, kemudian ditimbun tanah sebelum dipadatkan alat berat. Metode ini juga melindungi jaringan pipa penangkap gas dan air lindi yang berada di bawah timbunan.

“Dengan sistem ini, pengelolaan lebih rapi, tidak berserakan, dan dampak lingkungan bisa ditekan. Ini standar teknis yang harus kita jalankan,” jelasnya.

Pembangunan Landfill II dilaksanakan dalam dua tahap menggunakan dana Otonomi Khusus, yakni penataan lahan pada 2024 dan konstruksi fisik pada 2025, dengan total anggaran sekitar Rp10 miliar. Fasilitas ini dirancang memiliki umur pakai lima tahun dengan kapasitas sekitar 56 ribu ton.

Namun, Simon menekankan usia pakai tersebut dapat diperpanjang apabila pengurangan sampah dari sumber berjalan efektif melalui pemilahan rumah tangga, bank sampah, dan optimalisasi TPS 3R di masyarakat.

“Kalau pemilahan berjalan dan sampah bernilai ekonomi dipisahkan, volume yang masuk ke TPA berkurang. Itu bisa memperpanjang umur Landfill II,” katanya.

Ia menambahkan, DLHK Kota Jayapura juga mendorong pembentukan kelompok swadaya masyarakat pengelola sampah sebagai bagian dari strategi pengurangan dari sumber.

Dengan beroperasinya Landfill II TPA Koya Koso, DLHK Jayapura menargetkan pengelolaan sampah kota menjadi lebih modern, terkendali, dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *