Jayapura, 17 April 2026 — Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Hamadi pasca aksi pemalangan yang diduga dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN).
Aksi pemalangan tersebut diduga berkaitan dengan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Hamadi yang baru.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 16 April 2026, dan sempat mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sehari setelah kejadian, Jumat (17/4), Wali Kota Jayapura turun langsung meninjau lokasi guna memastikan kondisi pelayanan tetap berjalan. Saat kunjungan berlangsung, masih terlihat kendaraan milik puskesmas yang diparkir di depan pagar sehingga menghambat akses masuk.
Dalam keterangannya, Abisai Rollo menegaskan bahwa pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
“Pergantian itu hal biasa dalam pemerintahan, baik kepala puskesmas maupun staf. Ini bagian dari penyegaran dan merupakan hak sepenuhnya wali kota,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh ASN untuk tetap profesional dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat pelayanan publik, terlebih di fasilitas kesehatan.
“Saya minta jangan ada lagi aksi palang-memalang di puskesmas. Ini fasilitas umum yang harus melayani masyarakat. Siapa saja pegawai yang terlibat, segera laporkan nama-namanya kepada saya,” ujarnya.
Wali Kota menambahkan, ASN yang terbukti terlibat dalam aksi pemalangan akan dikenakan sanksi tegas, termasuk kemungkinan mutasi ke unit kerja lain seperti kelurahan atau distrik.
“ASN itu bekerja berdasarkan penugasan. Di mana ditempatkan, harus siap melaksanakan tugas. Tidak boleh menghambat pelayanan masyarakat dengan tindakan seperti ini,” tambahnya.
Pemerintah Kota Jayapura berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat di atas kepentingan lainnya.













