Owen Rahadiyan Beberkan Rencana Besar Persipura: Mayoritas Pemain Dipertahankan, Fokus Benahi Mental dan Disiplin

Usai Gagal Promosi ke Liga 1, Manajemen Persipura Siapkan Evaluasi Total dan Pembentukan Tim Baru Mulai Juni 2026 (13/5/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mulai membuka arah besar dan strategi tim Mutiara Hitam untuk menghadapi musim kompetisi mendatang setelah gagal merebut tiket promosi ke Liga 1 musim ini.

Di tengah kekecewaan publik Papua atas gagalnya Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Owen menegaskan bahwa proses membangun kembali Persipura tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, Persipura merupakan klub besar dengan sejarah panjang, penuh legenda, serta memiliki banyak tokoh penting yang menjadi bagian dari perjalanan klub.

“Persipura ini bukan tim kecil. Banyak sejarah, banyak legenda, banyak tokoh kuat di dalam tim ini. Jadi menggerakkan dan membangun Persipura juga tidak gampang,” ujar Owen, Rabu (13/5/2026).

Sepanjang musim ini, Persipura disebut mengalami banyak dinamika, mulai dari pergantian pelatih, perubahan komposisi pemain, hingga pembenahan organisasi tim. Namun seluruh pengalaman tersebut akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh untuk menatap musim depan dengan persiapan yang lebih matang.

Owen memastikan sebagian besar pemain inti masih akan dipertahankan demi menjaga fondasi tim.

“Komposisi tim mungkin sekitar 50 sampai 70 persen akan dipertahankan,” katanya.

Tak hanya pemain, evaluasi besar juga akan dilakukan terhadap seluruh elemen tim, termasuk pelatih, official, hingga sistem manajemen secara keseluruhan.

“Saya review bukan hanya pemain, tapi pelatih, official, dan manajemen secara overall. Musim depan akan jauh lebih intens, terutama dari sisi organisasi,” tegasnya.

Menurut Owen, persaingan Liga 2 musim depan dipastikan jauh lebih berat. Sejumlah tim besar diprediksi akan menjadi pesaing serius dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1.

“Tim-tim besar sudah mulai kelihatan. Masih ada Barito dan beberapa tim lain. Dari Liga 1 juga ada kemungkinan ada beberapa tim yang pasti degradasi. Jadi musim depan pasti lebih ketat,” jelasnya.

Di balik kegagalan musim ini, Owen mengaku tersentuh dengan dukungan luar biasa masyarakat Papua terhadap Persipura. Ia bahkan mengaku merinding melihat loyalitas suporter yang tetap memberikan dukungan penuh kepada tim.

“Saya sangat terharu dan merinding. Saya tidak menyangka diterima begitu baik di Papua. Dukungan masyarakat ini jadi motivasi besar buat saya untuk tetap positif,” ungkapnya.

Meski demikian, Owen menilai ada satu hal penting yang harus menjadi fondasi utama Persipura musim depan, yakni sikap dan disiplin seluruh anggota tim.

“Kalau soal cinta kepada Persipura saya yakin semua punya. Tapi yang paling penting musim depan adalah attitude dan disiplin,” tegasnya lagi.

Terkait komposisi pemain asing, Owen membuka peluang adanya perubahan. Namun keputusan final masih menunggu hasil evaluasi bersama tim pelatih.

“Pemain asing mungkin ada perubahan, tapi semuanya tergantung coach,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegagalan promosi musim ini membuat banyak pihak di internal tim harus mengkaji ulang rencana mereka, termasuk jajaran pelatih, official, hingga pemain senior seperti Boaz Solossa, Ian Kabes, dan Yustinus Pae.

“Sebelumnya semua sangat yakin bisa naik Liga 1. Jadi beberapa orang mungkin sudah punya rencana lain. Sekarang semuanya perlu dikaji ulang,” katanya.

Sebagai langkah awal persiapan musim depan, manajemen Persipura menargetkan proses pembentukan tim sudah mulai berjalan pada awal Juni 2026 mendatang.

“Saya pribadi ingin minggu pertama Juni pemain sudah mulai desain kontrak. Jadi kita sudah tahu arah tim musim depan,” tutup Owen.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *