Jayapura – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polri di Papua. Polres Boven Digoel bergerak cepat memberikan pelayanan, pendampingan, hingga bantuan kemanusiaan kepada puluhan penambang emas yang tiba dari wilayah Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, menuju Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Minggu (24/5/2026).
Para penambang yang menempuh perjalanan panjang melalui jalur Sungai Digoel disambut langsung personel Polsek Kouh dan Polres Boven Digoel. Kehadiran aparat kepolisian dilakukan untuk memastikan seluruh proses evakuasi dan penjemputan berjalan aman, tertib, serta lancar.
Setibanya di Pelabuhan Distrik Kouh, para penambang terlebih dahulu menjalani pendataan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Iwot Tanah Merah. Di lokasi tersebut, Kapolres Boven Digoel, Wisnu Perda Putra, memimpin langsung proses penjemputan.
Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk pelayanan dan perhatian kepada masyarakat, khususnya para penambang yang baru tiba dari wilayah pedalaman Papua dengan kondisi fisik yang kelelahan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari pendataan, penyediaan makanan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Kapolres.
Tak hanya melakukan penjemputan, Polres Boven Digoel juga menyiapkan kendaraan untuk membawa para penambang menuju Mapolres Boven Digoel agar dapat beristirahat dengan aman sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
Sebanyak 33 orang penambang yang tergabung dalam gelombang pertama tiba lebih dahulu di Pelabuhan Iwot Tanah Merah. Mereka dijemput menggunakan kendaraan milik Polres Boven Digoel bersama Satgas Pamtas RI-PNG. Dari jumlah tersebut, dua orang harus mendapatkan perawatan di RSUD Boven Digoel karena kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan medis, sementara 31 orang lainnya dibawa ke Mapolres untuk pendataan lanjutan dan beristirahat.
Pada sore harinya, gelombang kedua yang berjumlah 11 orang kembali tiba dan langsung mendapatkan pelayanan serupa. Sebanyak sembilan orang diarahkan menuju Polres Boven Digoel, sedangkan dua lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Boven Digoel.
Secara keseluruhan, sebanyak 44 orang penambang berhasil tiba dengan selamat di Kabupaten Boven Digoel. Seluruh proses penjemputan, pendataan, hingga pelayanan kesehatan dilakukan secara humanis dengan melibatkan personel Polri bersama unsur TNI.
Langkah cepat yang dilakukan aparat ini berlangsung di tengah penanganan kasus kekerasan yang sebelumnya terjadi di kawasan tambang Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awimbon. Aparat TNI-Polri hingga kini terus melakukan koordinasi untuk proses evakuasi, pengamanan jalur transportasi sungai, serta penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Selain fokus pada pelayanan kemanusiaan, Polres Boven Digoel juga memperkuat koordinasi bersama TNI dan pemerintah daerah guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, khususnya pada jalur transportasi yang menghubungkan wilayah perbatasan dan pedalaman Papua Selatan.













