Dari Janji Menjadi Aksi, Program GENTING Hadirkan Sanitasi Layak bagi Keluarga Berisiko Stunting di Jayapura

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru meresmikan tiga unit jamban sehat bagi Keluarga Risiko Stunting di Kampung Tiba-Tiba, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Selasa (28/7/2026)

Jayapura, JayaTvPapua.com – Sebulan setelah diluncurkan langsung oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) mulai menunjukkan hasil nyata di Kota Jayapura. Tiga unit jamban sehat bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kampung Tiba-Tiba, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, resmi diserahterimakan kepada masyarakat, Selasa (28/7/2026).

Program tersebut merupakan implementasi dari kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN bersama BRI Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), yang sebelumnya diluncurkan di Papua pada 26 Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting.

Saat peluncuran, Wakil Menteri menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan perbaikan sanitasi, akses air bersih, edukasi keluarga, serta pendampingan bagi ibu hamil dan balita.

Pembangunan tiga jamban sehat diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri pada 26 Juni 2026. Pekerjaan semula ditargetkan selesai dalam waktu 18 hari, namun kondisi cuaca menyebabkan proses pembangunan baru dapat dituntaskan sekitar satu bulan dua hari kemudian.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang mewakili Wali Kota Jayapura. Menurutnya, sanitasi yang layak merupakan salah satu fondasi penting dalam memutus rantai penyebab stunting.

“Sering kali orang menganggap stunting hanya berkaitan dengan makanan bergizi. Padahal lingkungan yang tidak sehat dan sanitasi yang buruk juga menjadi penyebab anak mudah terserang penyakit. Ketika anak terus mengalami infeksi, penyerapan gizinya terganggu dan risiko stunting semakin besar,” kata Rustan.

Ia menjelaskan, keberadaan jamban sehat akan mengurangi praktik buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan bakteri dan penyakit melalui lingkungan maupun lalat yang hinggap pada makanan.

“Ini bukan sekadar membangun jamban, tetapi investasi kesehatan bagi anak-anak Papua. Kita ingin mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan,” ujarnya.

Rustan juga mengajak para orang tua untuk memanfaatkan layanan Posyandu dan Puskesmas guna memantau tumbuh kembang anak secara rutin. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan ketika stunting sudah terjadi.

“Ibu hamil harus rutin memeriksakan kehamilan, begitu juga balita harus dipantau pertumbuhannya. Semua layanan kesehatan dasar telah disediakan pemerintah dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Selain menjaga kesehatan keluarga, Rustan mengingatkan masyarakat agar merawat jamban yang telah dibangun dan membiasakan perilaku hidup bersih. Ia menilai perubahan perilaku menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Program GENTING sendiri merupakan gerakan nasional yang mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Di Papua, BRI melalui program TJSL mendukung intervensi kepada puluhan keluarga melalui perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, bantuan nutrisi, serta edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun generasi Papua yang lebih sehat dan berkualitas.

Dengan rampungnya pembangunan tiga jamban sehat di Kelurahan Yobe, Program GENTING kini tidak lagi sebatas komitmen yang disampaikan di atas panggung, melainkan telah hadir sebagai solusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah Kota Jayapura berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus diperluas agar semakin banyak keluarga berisiko stunting memperoleh akses sanitasi layak dan lingkungan hidup yang sehat.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *