Dinkes Kota Jayapura Libatkan RT/RW Percepat Eliminasi Malaria, Target Tuntas 2028

Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru tegaskan Kasus Malaria Masih Tertinggi Kedua di Papua, Masyarakat Diminta Aktif Cegah dan Awasi Pengobatan (24/6/2026).

Jayapura, JayaTvPapua.com – Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar Pertemuan Lintas Sektor bersama para Ketua RT/RW dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kota Jayapura. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Jayapura, Rabu (24/6/2026), dibuka oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, dalam laporannya menyampaikan bahwa malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kota Jayapura. Berdasarkan data tahun 2025, Kota Jayapura menempati posisi kedua daerah dengan tingkat endemisitas malaria tertinggi di Provinsi Papua, dengan jumlah kasus positif mencapai 70.990 kasus.

Menurut Juliana, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat kelurahan, kampung, RT, dan RW, untuk mendukung percepatan eliminasi malaria melalui program EDAT (Temukan, Obati, dan Kendalikan).

“Melalui pertemuan ini kami ingin menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mendukung percepatan eliminasi malaria di Kota Jayapura dengan target tercapai pada tahun 2028,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengapresiasi peran para lurah, RT/RW, kader kesehatan, dan puskesmas yang terus berupaya menekan angka malaria di Kota Jayapura.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui pola hidup bersih dan sehat serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

“RT dan RW memiliki peran penting dalam mendata warga, memantau kondisi kesehatan masyarakat, serta mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala malaria,” kata Rustan.

Rustan juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pasien malaria agar mengonsumsi obat hingga tuntas. Menurutnya, banyak kasus kambuh terjadi karena pasien menghentikan pengobatan saat merasa sehat meski parasit malaria masih ada di dalam tubuh.

Di kesempatan yang sama, Kadis Kesehatan Kota Jayapura menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan peran kader malaria yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program EDAT di lapangan. Kader bertugas melakukan skrining, membantu proses pengobatan, serta memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.

Selain pengobatan, Dinas Kesehatan juga terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk, menggunakan pelindung diri saat beraktivitas malam hari, serta segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala malaria.

“Setelah menyelesaikan pengobatan, pasien juga harus melakukan pemeriksaan darah ulang untuk memastikan parasit malaria benar-benar hilang dari tubuh,” jelas Juliana.

Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh masyarakat, Pemerintah Kota Jayapura optimistis target eliminasi malaria dapat tercapai lebih cepat, sehingga angka kasus malaria yang masih tinggi saat ini dapat terus ditekan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *