Pemkot Jayapura Cari Solusi Antrean Solar dan Pertalite Rustan Saru Akan Tambah Nosel SPBU

Wakil Wali Kota Sebut Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jadi Salah Satu Penyebab Antrean Panjang (24/6/2026)

Jayapura, JayaTvPapua.com – Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, khususnya untuk BBM jenis Solar dan Pertalite.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan antrean panjang dipicu oleh meningkatnya permintaan BBM bersubsidi, seiring peralihan masyarakat dari BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan harga.

Menurut Rustan, selain tingginya permintaan, pemerintah juga menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh BBM melebihi kuota yang ditetapkan.

“Hasil pengawasan tim terpadu menemukan adanya kendaraan yang dimodifikasi, penggunaan jeriken, hingga penggunaan beberapa pelat nomor untuk mendapatkan BBM bersubsidi lebih dari ketentuan yang berlaku,” ujarnya setelah membuka kegiatan Pertemuan Kader Malaria Kota Jayapura,Rabu (24/6/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Jayapura bersama Pertamina dan pihak terkait terus melakukan evaluasi. Salah satu langkah yang akan dibahas adalah penambahan nosel pengisian di SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih cepat dan antrean dapat berkurang.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk melihat kemungkinan penambahan nosel dan peningkatan pelayanan di SPBU, terutama untuk Solar dan Pertalite yang saat ini paling banyak dibutuhkan masyarakat,” kata Rustan.

Ia menegaskan bahwa secara pasokan, Pertamina menyampaikan stok BBM di Kota Jayapura masih mencukupi. Namun distribusi dan pelayanan di lapangan perlu terus dibenahi agar tidak menimbulkan antrean yang berkepanjangan.

Rustan juga mengingatkan bahwa antrean BBM berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi logistik dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Karena itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan agar tidak berdampak pada inflasi daerah.

“Kami tidak ingin antrean BBM mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi barang. Karena itu berbagai langkah perbaikan terus dilakukan agar pelayanan BBM dapat berjalan lebih baik dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Pemerintah Kota Jayapura berharap kerja sama antara Pertamina, aparat pengawas, pengelola SPBU, dan masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi antrean serta memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *