Sinergi BI dan TNI AL Jaga Kedaulatan NKRI, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 Resmi Berlayar

Jayapura, 4 Agustus 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi melepas keberangkatan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026. Menggunakan KRI Matabongsang-873, misi kas keliling ini akan menyasar pulau-pulau di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) selama sepekan ke depan.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., dalam sebuah upacara yang turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, unsur TNI AL, instansi vertikal, perbankan, serta para pemangku kepentingan lainnya. ERB merupakan wujud sinergi strategis antara Bank Indonesia dan TNI AL yang telah berjalan sejak 2012 untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh pelosok negeri.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua menekankan bahwa karakteristik geografis Papua yang unik, dengan banyak pulau berpenghuni seperti di kawasan Biak Numfor, Supiori, dan Yapen, membuat masyarakatnya sangat bergantung pada transaksi tunai. “Bagi pulau-pulau yang tidak memiliki akses perbankan, layanan kas keliling ini sangat berarti. Ini bukan sekadar penukaran uang, melainkan memastikan kehadiran negara melalui Rupiah yang berkualitas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menjelaskan bahwa misi menyediakan Rupiah di seluruh NKRI bukanlah tugas yang ringan. Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI mengemban amanat untuk mengelola Rupiah dari hulu ke hilir. Warsono menyoroti tiga tantangan utama: kondisi geografis kepulauan yang sulit dijangkau secara reguler, iklim tropis lembap yang mempercepat kerusakan uang, serta potensi penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan yang dapat mengikis kedaulatan sistem pembayaran nasional.

“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan identitas dan alat pemersatu bangsa serta simbol kedaulatan negara. Oleh karena itu, sinergi dengan TNI AL yang memiliki armada kuat menjadi kunci untuk menjangkau area-area yang tidak bisa dijangkau oleh 45 kantor perwakilan BI saja,” tegas Warsono.

Senada dengan hal itu, Komandan Kodaeral X Jayapura menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung operasi ini. Pengerahan KRI Matabongsang-873 beserta awak kapalnya adalah wujud nyata sinergi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan sekaligus kedaulatan ekonomi di pulau-pulau terluar. Selain layanan penukaran uang, ekspedisi ini juga akan diisi dengan program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR).

Rangkaian ERB Papua 2026 yang berlangsung pada 4 hingga 10 Agustus ini akan mengunjungi lima pulau, yaitu Pulau Pai, Owi, Numfor, Bepondi, dan Yapen. Kehadiran di Pulau Bepondi memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat statusnya sebagai pulau terluar Indonesia di Samudra Pasifik yang berbatasan maritim langsung dengan negara Palau. Kehadiran Rupiah layak edar di sana menjadi penegasan kedaulatan Indonesia di garis terdepan.

Secara nasional, Bank Indonesia dan TNI AL telah menjalankan 145 kali kegiatan serupa pada periode 2012 hingga 2025, mencakup 745 pulau 3T. Pada tahun 2026 ini, cakupan layanan diperluas dengan target 23 kali kegiatan di 115 pulau di 20 provinsi. ERB Papua hari ini merupakan pelaksanaan ke-16 di tingkat nasional, dan yang kelima kalinya digelar di Provinsi Papua sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *