Jayapura, JayaTvPapua.com – Pembukaan kuliah dan kuliah umum Universitas Cenderawasih (Uncen) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sempat terhenti setelah sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi di dalam Auditorium Uncen, Jayapura, Selasa (18/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan terkait pembayaran SPP yang sebelumnya telah ditutup sesuai jadwal kalender akademik Universitas Cenderawasih.
Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Akademik (BAK) Universitas Cenderawasih, Jan Rumsano, menyayangkan aksi yang dilakukan di tengah agenda pembukaan kuliah umum.
Menurutnya, pembukaan kuliah umum merupakan bagian penting dari agenda akademik yang seharusnya dihormati seluruh sivitas akademika.
Jan menjelaskan, berdasarkan kalender akademik Uncen, pembayaran SPP telah dibuka sejak 1 Juli hingga 31 Juli 2026. Setelah batas waktu tersebut, sistem pembayaran secara otomatis ditutup dan proses akademik dilanjutkan sesuai tahapan yang telah ditetapkan universitas.
Ia menegaskan, persoalan mahasiswa yang belum menyelesaikan pembayaran SPP bukan berarti tidak dapat dicari jalan keluar. Namun, penyelesaiannya harus mengikuti mekanisme akademik yang berlaku.
Pihak universitas sebelumnya telah meminta fakultas dan program studi melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terlambat melakukan pembayaran, termasuk mahasiswa dari angkatan lama yang masa studinya mendekati batas akhir.
Data tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan mahasiswa yang masih dapat diberikan kesempatan menyelesaikan proses administrasi akademiknya.
“Kalau memang ada seperti itu, ada perwakilan BEM datang kepada kami. Perwakilan BEM juga sudah bertemu Wakil Rektor I untuk membicarakan mahasiswa-mahasiswa yang terlambat,” jelas Jan Rumsano.
Ia mengatakan, hingga Selasa pagi, proses pendataan dan evaluasi masih terus dilakukan dan sebagian mahasiswa telah mendapatkan akses untuk menyelesaikan proses pembayaran dalam waktu terbatas.
Jan menilai, sistem akademik digital diterapkan bukan untuk mempersulit mahasiswa, tetapi untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan tertib, mulai dari pembayaran SPP, pengisian rencana studi, perkuliahan, ujian hingga penginputan nilai ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Karena itu, universitas tidak dapat serta-merta membuka sistem pembayaran tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kalender akademik dan tahapan administrasi lainnya.
Pihak Uncen juga berencana melakukan pembahasan bersama pimpinan universitas serta operator teknologi informasi untuk mencari solusi terhadap mahasiswa yang masih mengalami kendala pembayaran.
Jan menegaskan, penyelesaian persoalan mahasiswa akan tetap diupayakan, namun harus dilakukan melalui mekanisme yang terukur dan tidak mengganggu keseluruhan sistem akademik.
“Kalau kita ikuti begitu saja keinginan mereka, akan berdampak pada jadwal yang sudah kita susun dalam kalender akademik,” katanya.
Universitas membuka peluang pemberian waktu terbatas bagi mahasiswa yang telah didata dan memenuhi ketentuan untuk menyelesaikan pembayaran. Namun, kesempatan tersebut akan diberikan dalam batas waktu tertentu agar tidak mengganggu tahapan akademik semester berjalan.
Pihak kampus berharap persoalan administrasi mahasiswa dapat diselesaikan melalui komunikasi dan jalur akademik, sehingga kegiatan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dapat berjalan tertib dan lancar.











