Jayapura, JayaTvPapua.com – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Kampung Nelayan Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8/2026), menyisakan duka mendalam bagi warga. Ratusan rumah hangus terbakar dan ribuan warga kini harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Data sementara Pemerintah Kota Jayapura mencatat sekitar 3.000 jiwa terdampak dalam musibah tersebut, dengan 560 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah bersama berbagai pihak kini bergerak untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Sehari setelah kejadian, Selasa (1/9/2026), Wali Kota Jayapura Abisai Rollo bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Forkopimda Kota Jayapura turun langsung meninjau lokasi kebakaran.
Dalam kunjungannya, Abisai Rollo melihat kondisi permukiman yang terbakar sekaligus bertemu dengan warga yang menjadi korban. Pemerintah Kota Jayapura mulai menyiapkan sejumlah posko, tenda pengungsian, dapur umum, fasilitas sanitasi, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Jumlah korban ini luar biasa. Data sementara ada sekitar 3.000 jiwa yang terdampak,” kata Abisai Rollo saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah dikerahkan untuk membantu proses penanganan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan pendataan warga, sementara sektor kesehatan, sosial, lingkungan hidup dan kebencanaan turut diterjunkan ke lokasi.
Pemkot juga menyiapkan lokasi pengungsian, di antaranya kawasan Lapangan Mandala dan lapangan basket, serta lokasi lainnya termasuk sekolah Kristus Raja yang sebelumnya telah digunakan untuk menampung warga terdampak.
Dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi, baik makanan siap saji maupun bahan makanan yang dapat dimasak bersama.
Abisai mengatakan kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan, air bersih, pakaian, perlengkapan anak-anak, popok bayi, fasilitas mandi dan sanitasi, hingga kebutuhan kesehatan.
Pemerintah Kota Jayapura juga meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat, termasuk Kementerian Sosial, mengingat besarnya jumlah warga yang terdampak.
Selain pemerintah, bantuan juga diharapkan datang dari BUMN, BUMD, perbankan, pusat perbelanjaan, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat di Kota Jayapura.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Saya berharap semua pihak, BUMN, BUMD, perbankan dan dunia usaha dapat bersama-sama membantu masyarakat yang terkena musibah,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Abisai menyebut informasi awal mengarah pada dugaan kebakaran yang bermula dari salah satu rumah ketika penghuni meninggalkan tempat tersebut. Namun, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kondisi permukiman yang sangat padat dan berada di atas laut turut membuat api cepat membesar. Angin yang cukup kuat serta keberadaan bahan mudah terbakar seperti bensin dan solar yang digunakan sebagian warga untuk aktivitas melaut disebut ikut memperparah kobaran api.
“Kalau memasak menggunakan kompor gas, minyak atau lainnya, kemudian meninggalkan rumah, semuanya harus dipastikan dalam keadaan mati. Listrik juga harus dimatikan jika rumah ditinggalkan,” kata Abisai.
Ia mengingatkan masyarakat di kawasan permukiman padat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pemkot Siapkan Penguatan Armada Damkar
Besarnya dampak kebakaran juga menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Jayapura terhadap kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Abisai mengakui armada pemadam kebakaran di Kota Jayapura masih terbatas. Kondisi geografis dan karakter permukiman di kawasan pesisir juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Pemkot berencana menambah unit kendaraan pemadam kebakaran serta memperkuat penempatan armada di sejumlah distrik agar dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
Selain armada pemadam, pemerintah juga akan mengoptimalkan kendaraan kebersihan untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar setelah proses penanganan selesai.
Abisai berharap penanganan pascakebakaran dapat dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
“Kita sama-sama membantu masyarakat. Pemerintah kota akan bertanggung jawab dan bantuan akan kita berikan kepada masyarakat yang terdampak,” tegasnya.
Kini, di tengah puing-puing rumah yang terbakar, ribuan warga Dok V Bawah masih menunggu uluran tangan. Bagi mereka, bantuan makanan, air bersih, pakaian, perlengkapan bayi hingga tempat tinggal sementara bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi kebutuhan untuk kembali menjalani kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal.













