Hadiri Pelantikan HAPI Papua, BTM Pesan Advokat Jangan Tinggalkan Hati Nurani

JAYAPURA – Dr. Drs. Benhur Tommy Mano, M.M. (BTM) menghadiri Pelantikan dan Pengangkatan Advokat Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (DPD HAPI) Papua Angkatan III Tahun 2026 di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Jayapura.
‎Dalam sambutannya, BTM menyampaikan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar menambah jumlah advokat di Papua. Momentum itu dinilainya sebagai awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga hukum sekaligus memperjuangkan keadilan di tengah masyarakat.
‎Menurut BTM, gelar advokat merupakan sebuah kehormatan yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalitas, dan keberanian. Para advokat baru juga diingatkan bahwa kebanggaan yang diperoleh melalui profesi tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat.
‎“Mulai malam ini ada sebuah profesi terhormat yang melekat pada nama saudara, yaitu advokat. Namun, yang bertambah bukan hanya kebanggaan, melainkan juga tanggung jawab,” ujar BTM.
‎Ia menggambarkan bahwa seorang advokat tidak hanya akan berhadapan dengan klien besar dan perkara bernilai tinggi. Dalam perjalanan profesinya, advokat juga dapat didatangi masyarakat kecil yang tidak memahami hukum dan tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan haknya sendiri.
‎BTM mencontohkan seorang mama Papua yang datang membawa dokumen tanah dalam map sederhana dan berharap mendapatkan bantuan hukum. Menurutnya, kondisi seperti itulah yang akan menguji keberpihakan dan hati nurani seorang advokat.
‎“Orang yang memiliki uang dapat mengetuk banyak pintu. Namun, masyarakat kecil terkadang hanya memiliki satu pintu, yaitu harapan bahwa masih ada orang yang bersedia membelanya,” katanya.
‎BTM menegaskan, seorang advokat memang dituntut memiliki pengetahuan hukum yang baik, kemampuan berargumentasi, serta kecakapan dalam membela kepentingan klien. Namun, kecerdasan tersebut tidak boleh digunakan untuk membenarkan sesuatu yang salah atau mengaburkan kebenaran.
‎Ia mengingatkan bahwa kepandaian tanpa hati nurani dapat menjauhkan profesi hukum dari tujuan utamanya, yakni menghadirkan rasa keadilan.
‎Karena itu, BTM mempersilakan para advokat baru untuk membangun karier, mengembangkan kantor hukum, menangani klien besar, dan meraih kesuksesan. Meski demikian, mereka diminta tetap menyediakan ruang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki kekuatan dalam menghadapi persoalan hukum.
‎Pada kesempatan tersebut, BTM juga menyampaikan harapan kepada DPD HAPI Papua agar tidak hanya tumbuh sebagai organisasi yang memiliki banyak anggota, tetapi juga menjadi organisasi yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
‎HAPI Papua diharapkan aktif memberikan pendidikan dan pemahaman hukum, mendampingi masyarakat adat dalam memahami hak-haknya, serta membuka akses bantuan hukum bagi masyarakat kecil.
‎“Jangan hanya menjadi organisasi yang besar karena banyak anggotanya. Jadilah organisasi yang besar karena banyak manfaatnya,” pesannya.
‎Kepada para advokat yang dilantik, BTM meminta agar keberhasilan mereka kelak tidak semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang dimenangkan. Keberhasilan juga harus dinilai dari jumlah masyarakat yang pernah dibantu memperoleh hak dan keadilan.
‎Ia menuturkan bahwa masyarakat mungkin akan melupakan perkara besar, perdebatan di ruang sidang, jabatan, bahkan gelar seseorang. Namun, orang yang pernah mendapatkan pertolongan tidak akan mudah melupakan sosok yang berdiri di sampingnya ketika menghadapi kesulitan.
‎BTM kemudian mengajak seluruh advokat DPD HAPI Papua Angkatan III Tahun 2026 untuk terus mengasah kemampuan, menjaga integritas, dan memastikan hati nurani tetap menjadi landasan dalam menjalankan profesi.
‎“Hukum memang ditulis dengan tinta, tetapi keadilan selalu membutuhkan manusia yang memiliki keberanian untuk memperjuangkannya,” tegas BTM.
‎Mengakhiri sambutannya, BTM mengucapkan selamat kepada seluruh advokat yang dilantik. Ia berharap mereka tidak hanya dikenal karena berhasil memenangkan perkara, tetapi juga dikenang karena pernah membela masyarakat yang hampir kehilangan harapan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *