Jayapura,JayaTvPapua.com – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Jayapura terus berjalan dan ditargetkan dapat rampung pada Maret 2027.
Hal tersebut disampaikan Diana saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura yang saat ini menempati fasilitas sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Papua, Jalan Pasifik Indah I, Tanjung Ria, Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Diana melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan sekaligus menjelaskan rencana pembangunan sekolah rakyat permanen yang akan menjadi kawasan pendidikan terintegrasi.
Menurut Diana, pembangunan sekolah tersebut telah dimulai sekitar satu bulan lalu dan saat ini terus dikerjakan untuk mencapai target penyelesaian.
“Pembangunannya sudah dimulai sekitar satu bulan ini dan kami harapkan nanti akan selesai di bulan Maret,” ujar Diana.
Sekolah rakyat permanen tersebut dirancang memiliki daya tampung sekitar 2.520 siswa. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya berupa gedung sekolah, tetapi juga mencakup asrama, gedung serbaguna, fasilitas peribadatan, fasilitas olahraga, ruang makan, serta mess bagi tenaga pendidik.
Dengan konsep terintegrasi, siswa nantinya dapat mengikuti pendidikan dari jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.
Diana mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut diarahkan agar seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan kehidupan siswa selama berada di sekolah dapat tertampung dalam satu kawasan.
“Daya tampungnya 2.520, dan fasilitas-fasilitasnya ada gedung sekolah, asrama, gedung serbaguna, fasilitas peribadatan, fasilitas olahraga, ruang makan dan mess untuk guru,” jelasnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Papua.
Selain Kota Jayapura, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah lain di Provinsi Papua, termasuk Sarmi dan Biak Numfor.
Diana menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan harus dikerjakan secara tepat waktu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran sekolah permanen dengan fasilitas lengkap diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung proses pendidikan dan pembinaan siswa secara berkelanjutan.
Pembangunan tersebut sekaligus memperkuat upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur pendidikan yang terintegrasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.













