Kepala Sekolah RT 75 Jayapura Berharap Sekolah Permanen Segera Rampung

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura, Abigael Kalami (18/9/2026)

Jayapura,JayaTvPapua.com – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura di Balai Latihan Kerja (BLK) Papua, Tanjung Ria, Kota Jayapura, Jumat (18/9/2026), menjadi momentum penting bagi pihak sekolah untuk menyampaikan harapan pembangunan fasilitas permanen.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura, Abigael Kalami, menyambut antusias kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran langsung pemerintah pusat memberikan semangat bagi siswa maupun tenaga pendidik yang selama ini menjalankan proses belajar mengajar di fasilitas sementara.

Menurut Abigael, kunjungan AHY menjadi pengalaman tersendiri bagi pihak sekolah, terlebih karena Menteri dapat melihat langsung kondisi sekolah serta berinteraksi dengan para siswa.

“Kami sangat antusias dan bersyukur karena bisa dikunjungi langsung. Ini menjadi semangat bagi anak-anak dan juga kami sebagai tenaga pendidik,” ujar Abigael.

Ia mengatakan, sebelum kedatangan AHY, para siswa bersama wali asuh dan wali asrama telah mempersiapkan lingkungan sekolah dan kamar asrama agar kunjungan dapat berlangsung dengan baik.

Namun, di balik kunjungan tersebut, Abigael menyampaikan harapan utama pihak sekolah agar pembangunan Sekolah Rakyat permanen dapat segera diselesaikan.

Menurutnya, fasilitas permanen sangat dibutuhkan agar siswa memiliki tempat belajar yang lebih layak serta ruang yang memadai untuk kegiatan pendidikan dan ekstrakurikuler.

“Harapan besar kami adalah anak-anak segera bisa berada di sekolah permanen. Itu menjadi mimpi dan doa kami supaya sesegera mungkin sekolah ini bisa dibangun dan anak-anak menempati tempat yang layak,” katanya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura memiliki 86 siswa, terdiri dari 40 siswa jenjang SD dan 46 siswa jenjang SMP.

Para siswa berasal dari sejumlah wilayah di Papua, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Biak dan Kabupaten Supiori.

Abigael menjelaskan, keberagaman asal siswa menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat, karena para siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga hidup dan belajar bersama dalam lingkungan yang terintegrasi.

Di sisi lain, pihak sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik. Saat ini terdapat sembilan guru, sementara kebutuhan tenaga pengajar masih perlu ditambah.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak sekolah diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan tenaga pendidik lokal melalui mekanisme yang sesuai.

Abigael berharap pembangunan sekolah permanen nantinya dapat memberikan dukungan yang lebih lengkap, baik untuk kegiatan belajar mengajar, asrama maupun pengembangan bakat dan minat siswa.

“Semoga pembangunan sekolah permanen segera terealisasi sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan dapat mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.

Kunjungan pemerintah pusat ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura diharapkan menjadi penguat komitmen untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan permanen sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Papua.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *