Kemenag Papua Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik di Sentani

Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Papua melaksanakan kick off Program Masjid Ramah Pemudik dalam rangka menyambut arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama yang dilaksanakan secara serentak oleh kantor wilayah dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada masjid-masjid yang ditetapkan sebagai lokasi layanan bagi pemudik.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Papua, Klemens Taran, mengatakan program Masjid Ramah Pemudik menjadi bentuk komitmen Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat selama masa mudik lebaran.

“Program ini bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Papua,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi geografis Papua yang cukup menantang membuat keberadaan fasilitas tempat singgah menjadi penting bagi para pemudik. Melalui program ini, masjid-masjid yang berada di jalur perjalanan diharapkan dapat menyediakan tempat istirahat yang aman dan nyaman.

Selain menyediakan layanan ibadah, masjid juga didorong menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat istirahat, kebersihan yang terjaga, hingga layanan kesehatan bagi pemudik yang membutuhkan.

“Masjid Ramah Pemudik ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang melintas dan membutuhkan tempat beristirahat,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini mengusung tema “Mudik Lebaran 2026 Menyala”, yang merupakan akronim dari menyenangkan, menenangkan, aman, dan lancar, sehingga diharapkan para pemudik dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman.

Klemens juga menegaskan bahwa melalui program ini Kementerian Agama ingin lebih aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan administratif seperti sidang isbat, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan publik selama masa mudik dengan berkolaborasi bersama berbagai instansi terkait.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven A. Wonmaly, mengatakan tradisi mudik lebaran merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai spiritual.

Namun, menurutnya, perjalanan mudik sering kali menghadapi berbagai tantangan seperti kelelahan selama perjalanan, keterbatasan fasilitas istirahat, serta risiko kecelakaan.

“Melalui program Masjid Ramah Pemudik ini, masjid diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik sekaligus memberikan layanan yang dibutuhkan selama perjalanan mudik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Agung Al-Aqsha Sentani sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut di Papua.

Melalui program ini diharapkan masjid-masjid di sepanjang jalur perjalanan dapat menjadi tempat di mana para pemudik merasa disambut, dilayani, dan terlindungi selama perjalanan mudik Lebaran, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial serta peran masjid sebagai pusat pelayanan umat di tengah masyarakat.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *