‎Polisi Dalami Dugaan Gangguan Kesehatan Penerima MBG di Depapre, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

JAYAPURA – Aparat kepolisian mulai mengusut penyebab munculnya dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

‎Penyelidikan dilakukan Satreskrim Polres Jayapura menyusul laporan masyarakat mengenai banyaknya penerima MBG yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Selasa (4/8/2026).

‎Tim yang dipimpin Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., bersama Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Fokus pemeriksaan diarahkan pada dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel di Jalan Waiya, Distrik Depapre.

‎Selain memeriksa lokasi pengolahan makanan, penyidik juga melakukan pemeriksaan di rumah koordinator program sebagai bagian dari upaya menelusuri seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari proses persiapan, penyimpanan, hingga pendistribusian kepada para penerima.

‎Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk memperoleh fakta berdasarkan alat bukti di lapangan, sehingga penyebab kejadian dapat dipastikan melalui proses ilmiah.

‎”Setelah menerima informasi dari masyarakat, kami langsung melakukan olah TKP, mengamankan sejumlah barang yang diperlukan dalam penyelidikan, dan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pengujian sampel makanan,” ujarnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pendokumentasian di sejumlah titik yang dinilai berkaitan dengan proses produksi makanan. Beberapa sampel makanan turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah terdapat faktor yang menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan para penerima MBG.

‎Polres Jayapura menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Penyidik juga akan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat agar seluruh rangkaian peristiwa dapat tergambar secara utuh sebelum mengambil kesimpulan maupun langkah hukum selanjutnya.

‎Kepolisian mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan, mengingat proses pemeriksaan laboratorium masih berjalan dan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab insiden tersebut.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *