Nabire, JayaTvPapua.com – Kebakaran lahan yang melanda Kampung Waroki, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai berhasil dikendalikan. Hingga Jumat (21/8/2026) malam, sekitar 95 persen titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Pemadaman dilakukan secara maraton sejak siang hingga malam hari dengan melibatkan personel TNI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Provinsi Papua Tengah.
Pasi Ops Kodim 1705/Nabire, Kapten Inf Marselus Tunyanan, mengatakan sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
“Kami bersama-sama dengan BPBD Kabupaten dan Provinsi melaksanakan pemadaman beberapa titik api yang ada di Kampung Waroki,” ujar Marselus.
Sebanyak 80 personel TNI wilayah Nabire diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus penyisiran terhadap titik-titik api yang masih tersisa.
Operasi tersebut turut didukung sejumlah armada pemadam dan penyuplai air, masing-masing satu unit kendaraan tangki air dari Zipur, satu unit mobil tangki air dari Batalyon TP 804, serta tiga unit truk pemadam kebakaran milik Damkar Provinsi Papua Tengah.
Hingga Jumat malam, kondisi di lokasi dilaporkan jauh membaik. Tim gabungan terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kembali penyalaan api yang dapat memicu meluasnya kebakaran.
“Syukur alhamdulillah, sudah sekitar kurang lebih 95 persen api mulai padam. Mudah-mudahan malam ini api tidak menyebar lagi dan bisa mati total,” kata Marselus.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Petugas saat ini memprioritaskan proses pemadaman, pendinginan, dan penyisiran lokasi.
Marselus menyebutkan, kemungkinan kebakaran dipicu faktor alam maupun unsur kesengajaan masih terbuka dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
“Kemungkinan besar bisa terjadi dari unsur kesengajaan atau faktor alam. Kami sendiri belum bisa memastikan secara kasat mata,” jelasnya.
Hingga kini, personel TNI bersama tim BPBD masih disiagakan di sekitar Kampung Waroki. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan kawasan yang terbakar benar-benar aman.













