Tolikara, JayaTvPapua.com – Seorang personel Polsek Ilú, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak setelah rombongan kepolisian diserang saat melintas di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan insiden tersebut. Penembakan terjadi ketika personel sedang melakukan observasi di jalan poros yang menghubungkan Puncak Jaya dan Tolikara.
Menurut Yusuf, serangan datang secara tiba-tiba dari arah ketinggian. Sejumlah tembakan mengenai kendaraan dinas yang digunakan rombongan, termasuk bagian atap dan lampu rotator. Satu proyektil mengenai pangkal paha kiri Bripda Jhon Galu Situmorang.
Usai kejadian, personel langsung melakukan evakuasi untuk menyelamatkan korban. Bripda Jhon sempat mendapatkan perawatan di RSUD Karubaga sebelum kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Jayawijaya.
Karena kondisi korban dilaporkan semakin menurun dan keterbatasan fasilitas medis, Bripda Jhon selanjutnya dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Bhayangkara.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Berdasarkan hasil identifikasi awal, aparat menduga serangan tersebut dilakukan kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Ternus Enumbi.
Selain mengevakuasi korban, aparat gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengembangkan penyelidikan ke wilayah berikutnya. Kondisi geografis berupa tebing, kawasan berketinggian dan hutan lebat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan keselamatan korban menjadi prioritas utama, sementara penyelidikan terus dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.
“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” ujarnya.
Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa setiap informasi terkait penembakan akan diverifikasi dan dikembangkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
Aparat juga mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Tolikara dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Warga yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diminta menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur resmi.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan penanganan kasus dilakukan secara profesional, terukur dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel.













